Ciptakan Hidup Normal Baru, RPJMD Garut Akan Diubah

31
Foto : Website Garut Kab

Pemerintah Lakukan Rasionalisasi Pembangunan Daerah di Tengah Pandemi

Radarpriangan.com, GARUT – Masa pandemi Covid-19 cukup memberi dampak bagi seluruh sektor kehidupan, termasuk target program pemerintah yang sudah disusun untuk jangka pendek maupun menengah.

Untuk mengatasi serta mengantisipasi potensi bencana dan pandemi di masa mendatang, pemerintah pun harus mengatur ulang strategi pembangunan daerah diantaranya dengan merubah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Garut untuk lima tahun mendatang.

“Makanya kita juga di tahun 2021 akan merevisi RPJMD, termasuk dimulai dari november ini kita sudah lakukan langkah-langkah kajian awal, FGD-FGD (Focus Group Discussion, red) dan evaluasi, karena secara ekonomi makro dan mikro terjadi perubahan,” kata Sekertaris Bappeda Kabupaten Garut, Agus Ismail, kemarin (19/10).

Sebelum pandemi Covid19 kata Agis, pertumbuhan ekonomi mau tidak mau menargetkan 5 persen. Namun, ketika ada pandemi, pertumbuhan ekonomi secara nasional justru minus.

“Meski di daerah kita beranggapan positif-lah, meski tidak berkembang, tapi tetep berpengaruh signifikan (sehingga perlu mengatur kembali langkah strategis pembangunan kedepan, red),” tambahnya.

Menurutnya, Institut Teknologi Bandung memiliki kajian kaitan potensi daerah yang bisa tumbuh berkembang dari sektor ekonominya. Dimana yang mampu melakukan hal tersebut bukan dilihat dari kota besar atau kecil, namun mereka yang bisa tumbuh dan berkembang ialah daerah yang bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi, termasuk perkembangan zaman seperti revolusi industri 4.0 hingga society 4.0.

“Garut punya potensi, karena sektor yang cukup bertahan di tengah pandemi itu adalah sektor pertanian. Kenapa? karena masyarakat butuh bahan baku sembako untuk bisa bertahan hidup. Sekarang tiap negara mempertahankan sumber dayanya, negara seperti Vietnam Thailand mungkin tidak akan ekspor beras lagi, nah ini daerah basis pertanian yang paling diuntungkan, dan ini harus menjadi peluang yang bisa ditangkap (oleh Kabupaten Garut, red), sehingga yang namanya UMKM (terutama sektor kuliner, red), sektor pertanian juga harus menjadi triger kita. Bisnis apa yang tidak pernah mati saat pandemi? Ya bisnis makanan, karena orang butuh makan, nah tinggal bagaimana kita mentriger ekonomi kita. Kalau masyarakat mau berinovasi, ya ekonomi bisa bergeliat. Bisa dimulai dengan memanfaatkan lahan seefektif mungkin, untuk itu di tahun 2021 kita juga menyisipkan peningkatan daya saing’ daerah,” pungkasnya.

Untuk mewujudkan percepatan pembangunan ekonomi, beberapa rencana pembangunan akan mulai direvisi, khususnya dari sektor infrastruktur.

“Kita akan coba merasionalisasi meski kita tetap menerapkan target-target bahwa itu harus bisa dibangun, harus ada triger-triger ekonomi, karena ekonomi tidak tumbuh sendiri, harus ada pengungkitnya. Prinsip ekonomi initu kan ada dua, ada supply and demand, dimana ada penawaran disitu ada permintaan kan gitu ya, nah ini yang harus terjadi. Karena bagaimana orang bisa jual barang tanpa permintaan konsumen, konsumen dia bisa melakukan permintaan kan ketika punya uang, uang darimana? ya dari pekerjaan, nah ini yang harus berputar. Untuk itu kita susun kembali program percepatan pembangunan ekonomi,” pungkasnya. (erf)