Cinta Laura Ikut Petisi Justice for Audrey

302
Cinta Laura

RadarPriangan.com – Kasus penganiayaan yang menimpa Audrey, siswi asal Pontianak menyita perhatian publik, termasuk aktris Cinta Laura. Cewek berdarah Jerman-Indonesia mendesak aparat penegak hukum untuk menghentikan kekerasan yang terjadi itu.

Cinta Laura membuktikan, dirinya tidak sekadar bersuara lantang mengecam perbuatan para pelaku, tetapi dia juga ikut menandatangani petisi Justice For Audrey.

“Hentikan ketidakadilan ini! Tolong tandatangani petisi ini guys, kita harus mengakhiri tindakan tak manusiawi ini #Stopbullying #justiceforaudrey,” tulis Cinta Laura di akun Instagram-nya.

Tindakan cewek kelahiran Jerman 25 tahun itu mendapat pujian dari warganet. Tak sedikit netizen juga telah menandatangi petisi ini.

Selain Cinta Laura, sejumlah artis juga bersuara mendesak pihak kepolisian menuntaskan kasus tersebut dan menghukum pelaku sesuai UU yang berlaku.

Adapun artis yang ikut mengutuk keras kasus tersebut di antaranta Arie Untung, Irfan Hakim, Nikita Mirzani, Ifan Seventeen dan Teuku Wisnu.

Nikita Mirzani melalui Instagram pribadinya mengaku miris mendengar berita tersebut. Dia tak bisa membayangkan perasaan seorang ibu anaknya diperlakuka seperti itu.

“Miris. Anak SMA 12 org bisa ngeroyok anak SMP yg berumur 14 thn sendirian. Smp di colok kemaluan nya. Saya sebagai seorang ibu yg punya anak perempuan baca berita nya smp gemeteran,” tulis Nikita Mirzani.

“Apa yg ada di otak para pelaku… semoga bisa di tindak lanjutin dgn baik pak Polisi. Pasti trauma sih korban.. semoga cpt semua prosesnya,” sambung Nikita Mirzani

Selebgram Awkarin yang juga mengungkapkan simpatinya terhadap kasus yang menimpa Audrey ini. Awkarin berencana akan terbang ke Pontianak untuk memberikan support kepada remaja berusia 14 tahun itu yang saat ini dirawat di rumah sakit Promedika, Pontianak.

Seperti diberitakan, Audrey siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, dikeroyok oleh 12 siswi SMA. Hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian, pengeroyokan berawal dari perselisihan di media sosial, kemudian secara spontan teman pelaku membantu sehingga terjadi pengeroyokan terhadap korban.

Saat ini, polisi sudah mengantongi tiga indentitas pelaku berkat keterangan ibu korban. Hingga kini Aparat berwajib masih terus melakukan penyidikan.(din/fin)