Cara Unan Mendidik Akbar Menjadi Remaja yang Cinta Al Quran

113
Unan bersama istri kedua dan anak bungsunya.

RadarPriangan.com, GARUT – Unan Suherman (44) adalah sosok ayah yang berhasil mendidik anaknya Ghifari Akbar, remaja pemulung yang viral karena mengaji Al Quran di sela aktivitasnya memulung rongsokan.

Walaupun keberhasilan itu tidak selalu harus dipandang dari segi kemapanan materi. Namun banyak bentuk keberhasilan orang tua dalam membesarkan anaknya. Salah satunya adalah berhasil mendidik anak menjadi sosok yang soleh.

Unan mengaku belum bisa memberikan kebahagian dari segi materi kepada anak-anaknya termasuk Akbar. Karena Unan sendiri sekarang ini masih bisa dikatakan keluarga pra sejahtera.

Namun ada pemberian berharga yang Unan berikan kepada semua anaknya, termasuk Akbar sehingga mencintai Al Quran seperti sekarang.

Unan selalu berpesan kepada Akbar agar jangan lupa menunaikan salat 5 waktu. Kemudian yang kedua adalah jangan lupa membaca Al Quran.

” Pepetah saya sama Akbar, bar janganlah kau tinggalkan kalau mau pergi dari sini salat 5 waktu, jangan lupa baca Al Quran,” katanya saat ditemui RadarPriangan.com, Rabu malam (11/11/2020) di kediamannya.

Selain itu, selama ini ternyata Unan sendiri yang mengajari Akbar mengaji Al Quran. Begitupun terhadap anak-anaknya yang lain, Unan yang pertama mengajarkan baca Al Quran.

Walaupun demikian, memang Unan sendiri mengakui belum sempat mengajari Akbar hingga tamat (khatam) Al Quran. Karena memang Akbar sendiri yang senang berpetualang keluar dari rumah.

“Dari umur 9 tahun sampai 11 tahun saya ajarin ngaji ditanya hafalan bab wudhu dia masih tahu masih lancar. Apalagi ngaji, meskimpun belum tau mahraj tajwidnya,” ujar Unan.

Pepatah Unan itu rupanya membekas di benak Akbar. Selama ini Akbar selalu membawa Al Quran kemanapun dia pergi.

Bahkan setiap kali Akbar pulang dari bepergian, ketika dia ke kampung selalu minta Al Quran yang baru kepada kakek neneknya atau ayahnya Unan.

“Al Quran pemberian kakeknya tiap pulang ganti al Quran minta lagi kadang sama kakeknya kadang sama saya,” kata Unan.

Unan sendiri hingga sekarang di sela aktivitasnya dia juga mengurus masjid di dekat rumahnya. Unan menjadi petugas kebersihan (marbot) bersama pengurus ustadz setempat.

Dari kehidupan yang religius itulah Unan senantiasa menanamkan ajaran Islam yang kuat terhadap anak-anaknya.

Di akhir obrolan malam itu, Unan berharap jika ada rezekinya, dia berharap bisa merehab masjid di dekat rumahnya. Keinginannya itu agar masjid itu menjadi tempat ibadah representatif untuk mendidik anak, saudara dan juga warga setempat agar bisa mengaji dengan nyaman.

Untuk diketahui, Unan sekarang ini sudah mempunyai istri kedua dan memiliki 4 orang anak dan satu orang meninggal dunia.

Akbar sendiri merupakan anak kedua dari istri pertama Unan yang sekarang ini keberadaannya tidak diketahui.

Saudara kandung Akbar atau anak pertama Unan sekarang ini menjadi pengurus penyandang tuna netra. (fer/RP)