Calon Jamaah Haji Hadapi Musim Panas Tinggi

376

RadarPriangan.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun ini untuk mempersiapkan fisik yang prima, guna menghadapi cuaca panas yang diperkirakan sangat tinggi.

“Tahun ini cuaca akan panas sekali. Kita minta, Pemerintah Arab Saudi bahwa akan ada ancaman heat stroke, kami minta batu es diberikan di air zam zam saat jamaah haji di Arafah dan Mina,” kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat (26/5)

Untuk mengantisipasi lebih lanjut, pihaknya juga akan memberikan semprotan air dalam alat pelindung diri (APD) yang dibagikan sejak jamaah haji masuk embarkasi.

“Cuaca yang panas memang menuntut jamaah haji untuk bisa melakukan manajemen diri termasuk ketika mengasup minuman. Banyak minum juga jadi beser, tapi tidak minum bisa heat stroke. Kami pikirkan sedetail ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kemenkes menurunkan Tim Preventif dan Promotif, Tim Gerak Cepat, dan Emergency Response Team, yang diharapkan akan membantu kelancaraan pelaksanaan ibadah haji.

“Karena mengatur suhu itu tidak gampang, berlebih asupan air juga salah apalagi kalau sudah ada gangguan ginjal,” ujarnya.

Nila mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi tidak saja dengan Kementerian Haji Arab Saudi, tapi juga Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Untuk itu ia berharap tahun ini penyelenggaraan haji bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Meskipun masalah toilet dan sanitasi masih ada. Kami sudah minta ke Pemerintah Arab Saudi untuk menambah tapi tentu tidak seenak kalau di rumah sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Dr.dr. Eka Jusup Singka,M.Sc mengatakan, ada enam hal penyebab jamaah haji mudah sakit di Tanah Suci selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Penyebab pertama sakitnya jamaah haji di Arab Saudi yaitu, karena banyaknya orang yang berkumpul dengan jumlah massa besar. Menurutnya, hal itu yang menyebabkan jamaah haji rentan terkena sakit.

“Penyebab kedua yakni perjalanan yang panjang yang harus ditempuh oleh jemaah haji. Kemudian penyebab ketiga yakni aktivitas fisik yang berat,” katanya.

Kemudian, penyebab yang keempat yakni, fasilitas perjalanan yang terkadang minim dan kurang memadai, sehingga berpengaruh pada tingkat kemampuan atau istithaah jamaah haji. Adapun lingkungan fisik dan sosial juga menjadi pengaruh kelima, yang menyebabkan jamaah kelelahan fisik hingga jatuh sakit.

“Orang naik haji di Indonesia itu dilepasnya sejak di RT, kemudian RW, kelurahan, di asrama, jadi wajar kalau mereka kelelahan fisik hingga rentan sakit,” imbuhnya.

Selanjutnya, penyebab terakhir yakni adanya penyakit baru yang menyerang dan eksaserbasi yang semakin berat. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau calon jemaah haji Indonesia untuk mempersiapkan diri dengan matang, dalam dua bulan ke depan menjelang keberangkatan.

“Olahraga rutin, makan makanan bergizi, dan jaga agar tubuh tidak dehidrasi. Di Tanah Suci akan panas seperti tahun lalu tapi bisa diantisipasi dengan menggunakan payung dan gunakan semprotan air,” ucapnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir beberapa penyakit yang mengancam jiwa selama haji di antaranya cuci darah, retardasi mental berat (gangguan jiwa berat contoh schizophrenia, demensia), dan beberapa penyakit berat seperti kanker stadium 4.

“Namun semua sudah diantisipasi dengan baik jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tim kesehatan haji Indonesia didukung petugas haji yang lain sudah diberikan bekal yang cukup untuk mengantisipasi keadaan,” pungkasnya. (der/fin)