Bupati Garut pun Diberi Nama Asep

319
Presiden Paguyuban Asep Dunia, Asep Kambali lakukan simbolis pada lukisan yang akan dibuat salah seorang anggota Paguyuban Asep Dunia di Gedung Pendopo Garut, Ahad (23/6). (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

Paguyuban Harapkan Nama Asep Tidak Punah

RadarPriangan.com, GARUT – Ribuan orang bernama Asep berkumpul di Gedung Pendopo Garut, Ahad (23/6). Tidak hanya itu, Paguyuban Asep juga ingin terus melestarikan nama Asep yang kini sudah semakin jarang digunakan.

Saat ini, banyak nama anak-anak yang enggan memakai nama Asep karena dinilai terlalu tradisional. Padahal Asep memiliki makna panggilan kasih sayang dari orang tua.

“Asep itu nama panggilan kasih sayang untuk laki-laki, selain ada Ujang. Kalau perempuan Nyai. Kami bangga dengan nama Asep yang diberikan oleh orang tua,” kata Ketua Paguyuban Asep se-Priangan Timur, Asep Jaelani, Minggu (23/6).

Jaelani mengatakan, nama Asep tak hanya berasal dari tatar Sunda saja. Ada Asep yang berasal dari Aceh juga datang ke Garut untuk bersilaturahmi. Nama Asep tak hanya dipakai oleh orang keturunan Sunda. Namun banyak orang di luar Sunda sudah memakai nama Asep.

“Nama-nama Asep yang datang ke acara perkumpulan Asep ini tidak hanya berasal dari Garut atau Jawa Barat saja. Bahkan ada yang dari luar Jawa Barat juga. Terjauh itu dari Aceh, Kalimantan, dan Batam,” katanya.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, nama Asep pun ada yang tinggal di Kanada. Namun untuk identitas pastinya masih belum jelas.

“Apakah Asep di Kanada itu memang orang Sunda yang menetap di sana atau bukan. Tapi hasil penelusuran ada yang tinggal di Kanada,” katanya.

Menurutnya, sebagai salah satu nama yang saat ini paling banyak dipakai di kalangan masyarakat Sunda, nama Asep memiliki kebanggaan. Nama Asep diberikan para orang tua terdahulu sebagai simbol kasih sayang terhadap anak lelakinya.

Pihaknya menyebut kelestarian nama Asep kini semakin tergerus. Pemberian nama Asep oleh para orang tua sudah tidak begitu sepopuler zaman dulu. Meski demikian, nama Asep tidak akan punah terutama di tataran sunda.

“Latar belakang anggota Paguyuban Asep Dunia itu ada dari yang biasa-biasa sampai luar biasa. Ada yang pengusaha, pelukis, ASN, dan lainnya. Justru itulah hikmahnya ada paguyuban,” ucapnya.

Asep menuturkan, jumlah nama Asep yang ada di Kabupaten Garut dari data yang dimiliki sudah lebih dari 60 ribu orang. Sementara ini, nama-nama Asep di Garut yang baru masuk sebagai anggota sekitar 2 ribu orang.

“Kami berharap nama Asep ini tidak punah. Alhamdulillah nama-nama Asep ini masih ada yang melestarikan, ada yang orang tuanya namanya Asep, anaknya diberi nama Asep juga. Kalau tidak dilestarikan nama Asep ini bisa tergerus zaman,” katanya.

Perkumpulan Asep terbentuk oleh sejak 2010. Selain dipakai laki-laki, nama Asep juga ternyata ada pada nama wanita. Meski nama Asep dicantumkan di tengah nama.

“Ada dua orang dari Tasik nama tengahnya Asep itu perempuan. Mereka juga datang. Jadi semua yang namanya Asep bisa ikut bergabung. Bahkan ada yang cuma nama panggilan saja Asep itu tidak tercantum di KTP. Itu juga bisa ikut bergabung,” ujarnya.

Bupati Garut Rudy Gunawan yang turut hadir dalam acara tersebut juga diberi nama Asep oleh Paguyuban Asep Dunia. Presiden Paguyuban Asep Dunia, Asep Hambali sebagai penyemat nama Asep kepada Bupati sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang kepadanya.

Sementara itu, Rudy menyebut gelar yang diberikan Paguyuban Asep Dunia itu menjadi suatu kebanggaan baginya.

“Ini kan kultur Sunda, silaturahminya juga terjalin. Asep bisa beri kontribusi bagi pembangunan di Garut. Soal pemberian nama saya juga ikut bangga. Mungkin nama Rudy dianggap seperti orang Belanda,” pungkasnya. (erf)