Bupati Ciamis Mengaku Tersakiti, Galuh Diartikan Brutal

156
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menandatangani petisi untuk menggugat Ridwan Saidi dan meminta klarifikasi atas ucapannya tentang Ciamis. (Rizki Aldi Saputra)

RadarPriangan.com, CIAMIS – Ratusan massa dari berbagai kalangan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menandatangani petisi untuk menggugat budayawan Ridwan Saidi mengenai perkataannya yang membuat warga Ciamis marah.

Terutama pernyataan Ridwan Saidi yang mengartikan bahwa Galuh bermakna brutal.

“Itu sungguh membuat hati kita tersakiti dengan perkataan Ridwan Saidi, mencoret harga diri Galuh,” ujar Andi Alifikri koordinator aksi, sewaktu orasi di depan alun-alun Ciamis, Jumat (14/02/2020).

“Kita ingin dia Ridwan Saidi datang ke Ciamis dan buktikan semua perkataan yang keluar dari mulutnya dan kalau tidak datang ke Ciamis kami warga tatar Galuh Ciamis akan bawa kasus ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Ciamis Herdiat Sunarya berpesan agar masyarakat tatar Galuh Ciamis harus sabar jangan terbawa emosi.

“Kita ambil jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan ini, jangan terbawa emosi dan terpancing oleh perkataan, mari kita berjuang bersama untuk kota Galuh yang dilecehkan,” ucapnya.

” Jujur saya tersakiti, saya sebagai Bupati Ciamis selalu memakai pin berlambangkan Galuh untuk mengenalkan Galuh pada setiap masyarakat di luar Ciamis bahwa Galuh adalah kota yang damai, sejuk dan berdedikasih,” ungkapnya.

Herdiat mengultimatum, bila memang Ridwan Saidi tidak bisa ke Ciamis dan membuktikan semua perkataannya, maka pihaknya akan melaporkan sejarawan tersebut ke pihak yang berwajib . (mg2)