Berisiko Tinggi, Pendaki Diimbau tak Dekati Kawah Aktif Gunung Guntur

906
Gunung Guntur yang paling rentan terjadi kebakaran saat musim kemarau. (dok. Radar Garut)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Selain menjadi salah satu daerah yang kaya akan destinasi wisata, Garut juga dikenal sebagai daerah rawan bencana. Betapa tidak, segala jenis bencana ada di Garut dari mulai Longsor, banjir, pergerakan tanah, angin puting beliung juga tidak kalah pentingnya bencana gunung berapi, pasalnya Garut memiki dua gunung aktif masing-masing Gunung Papandayan dan juga Gunung Guntur. Keduanya pernah menorehkan sejarah buruk di kabupaten Garut.

Kedua Gunung aktif tersebut tentunya menjadi sebuah ke khawatiran bagi masyarakat Garut khususnya bagi para pelaku usaha wisata.

Untuk memantau perkembangan aktivitas  gunung aktif di Garut tentunya tidak lepas dari peran pos pengamatan Gunung Guntur yang terletak di Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong kaler atau 4 Km radius dari gunung aktif Guntur.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Guntur Mazrifani, mengatakan, jika melihat dari status Gunung Guntur dalam level satu kondisinya normal. Hal itu mengindikasikan bahwa warga tidak perlu khawatir dengan Gunung aktif Guntur, namun demikian pihaknya secara intensif terus melalukan pengamatan selama 24 jam.

“Pengamatan di pos Gunung Guntur sendiri terbagi menjadi dua, ada pengamatan secara manual yaitu pandangan langsung secara kasat mata terhadap Gunung Guntur. Selain itu, ada juga pengamatan dengan menggunakan secara instrumental atau menggunakan alat sensor yang ditanam di 5 stasiun di Gunung Guntur,” katanya.

Di bagian lain, Gunung aktif Guntur sendiri pernah meletus pada tahun 1847 silam,dan pada tahun 2013 pernah menalami peningkatan status dari level satu normal.ke level dua waspada.dan kini masih dalam kondisi normal aktif.

Namun demikian pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat atau pendaki agar tidak mendekati kawah aktif yang ada di puncak Gunung Guntur karena memiliki risiko tinggi. Hal itu didasari dengan adanya fenomena tektonik dalam sehari bisa mencapai 4 kali. (erf)