Berawal dari Distributor, Budi Sekarang Produksi Panah Sendiri Hingga Tembus ke Hongkong

459
Karyawan Budi tampak sibuk membuat kerajinan panah. Hasil karya Budi dan karyawannya itu tembus hingga ke Hongkong

CIAMIS – Berawal dari menjadi distributor kerajinan panah, kini Budi Hartono ,25, pemuda asal Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, mulai memproduksi sendiri.
Kini panah buatan Budi bersama karyawannya, sudah banyak dipesan oleh pelanggan dari luar daerah hingga pelanggan dari Mancanegara.

Saat ditemui di rumahnya belum lama ini, Budi menceritakan, awalnya dia tertarik jualan panah untuk dipasarkan di wilayah Kabupaten Ciamis karena olahraga panahan pada waktu itu mulai banyak digandrungi warga Ciamis.

“Kemudian saya mendaftar ke salah satu distributor panah untuk menjadi reseller di wilayah Kabupaten Ciamis. Selain ditawarkan secara langsung kepada konsumen, saya pun jualan secara online,” ujarnya.

Setelah usahanya berjalan, kemudian Budi berpikir untuk membuat sendiri. Dia mencari referensi dari internet tentang tata cara membuat panah.

Selain itu, dia pun mencontoh produk panah yang dikirim dari beberapa distributor lain untuk jadi perbandingan hasil karyanya.

Setelah diyakini panah hasil buatanya tidak kalah bagus dengan produk lain, kemudian Budi mencoba menjual hasil karyanya. Ternyata, panah hasil buatan Budi banyak yang memesan.

“Dari situ saya berpikir untuk memproduksi dengan jumlah banyak. Kemudian saya menghentikan kerjasama dengan reseller,” ujarnya.

Setelah satu tahun menekuni usaha kerajinan panah, bisnisnya berkembang pesat. Bahkan, banyak pemesan dari Jakarta, Jawa Tengah dan luar Jawa.

“Bahkan, saya kini mendapat pesanan dari Hongkong. Alhamdulilah, ternyata usaha ini berjodoh dengan saya,” ujarnya.

Dalam mengerjakan pesanan dari konsumennya, kini Budi dibantu oleh empat orang pekerja. Dia juga sengaja mencari pekerja dari Kabupaten Ciamis untuk menyerap pekerja lokal.

“Kalau usahanya makin laris, mungkin saya akan menambahkan beberapa orang lagi pekerja,ujar Budi optimistis.

Panah buatan Budi ini dijual dengan harga yang variatif. Mulai dari Rp.110 ribu hingga Rp.1,7 juta.

Untuk bahannya, Budi mengaku tidak merasa kesulitan, karena mudah didapat di toko bangunan.

“Bahan untuk pembuatan panah tidak hanya kayu saja, tetapi ada bahan dari paralon. Dan bahan itu mudah didapat di toko bangunan,” pungkasnya. (mg2)