Bek Persebaya Otavio Dutra Segera Jadi WNI

203
Otavia Dutra dengar pendapat bersama Komisi X DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu malam (24/7). (Fajar Nasional Nefwork)

RadarPriangan.com, JAKARTA -Bek Persebaya Surabaya, Otavio Dutra selangkah lagi bakal menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) lewat proses naturalisasi. Rencananya, pemain asal Brasil itu bakal bersumpah untuk menjadi WNI pada Senin (29/7) mendatang.

Kepastian itu didapat usai Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) memberikan rekomendasi kepada pemain berusia 36 tahun itu untuk bisa menjadi WNI.

“Komisi X DPR RI dapat memberikan rekomendasi kepada Otavio Dutra dengan catatan bahwa penetapan kewarganegaraan RI ditetapkan oleh instansi yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan,” ungkap Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto saat membacakan kesimpulan rapat kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, Rabu (24/7) malam.

Usai rapat, Djoko menjelaskan rekomendasi yang diberikan oleh pihaknya itu tak lain lantaran menilai bahwa Dutra sangat memiliki kecintaan terhadap Indonesia. Apalagi, dikatakan Djoko, Dutra siap memberikan kemampuannya untuk membela Indonesia di dunia sepakbola.

“Karena dia benar-benar sudah menyerahkan dirinya untuk memberikan kemampuannya di bidang olahraga khususnya sepak bola, maka kami memberikan persetujuan untuk saudara Dutra,” ungkap Djoko.

“Mudah-mudahan rekomendasi itu bisa langsung ditindaklanjuti bersama rekomendasi Komisi III (DPR RI) untuk disampaikan kepada Kemenkumham dan mendapatkan warga negara Republik Indonesia secara penuh. Kalau sudah begini, bukan 90 persen lagi, tapi 100 persen sudah boleh dibilang bakal resmi jadi WNI,” sambungnya.

Dutra yang mendengar pernyataan rekomendasi tersebut tak bisa menahan kebahgiannya dengan langsung meneteskan air matanya. Dutra tak menyangka mimpinya menjadi WNI bisa segera terwujud.

Dutra mengaku sangat mencintai Indonesia mulai dari sepak bola dan budayanya. Bahkan, kecintaannya itu dibuktikan dengan memboyong keluarga besarnya dari Brasil untuk tinggal di Tanah Air.

“Semoga semua yang terbaik untuk saya dan keluarga saya bisa menjadi contoh. Terima kasih Pak Presiden Joko Widodo, Pak Imam Nahrawi, Persebaya, PSSI, Coach Simon McMenemy dan semua orang yang telah bantu saya,” tuturya sambil menahan air mata.

“Ini merupakan mimpi saya dan keluarga saya. Mungkin sampai sekarang saya terasa masih seperti tidur. Saya sangat senang karena saya mencintai Indonesia,” sambungnya.

Lebih lanjut, Dutra yang hadir ditemani istri dan anaknya bertekad membawa sepak bola Indonesia lebih maju. Selain itu, pemain berusia 36 ITU bisa memperkuat Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2020 Grup G. Di mana Indonesia bakal menjalani pertandingan pertama menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 5 September, mendatang.

“Saya cinta Indonesia. Masa depan ketika pensiun, mungkin saya ingin menjadi pelatih. Saya ingin buat Indonesia maju. Kita tahu di Brasil lahir banyak pemain hebat. Di Indonesia tak jauh berbeda, juga banyak talenta,” tutur Dutra.

“Selain itu, saya juga berharap semoga coach Simon McMenemy bisa panggil saya untuk bergabung ke skuat timnas Indonesia saat menghadapi Malaysia,” tambahnya.

Peluang Dutra untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia cukup besar. Sebab, sebelumnya pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy, sempat mengundang Otavio Dutra untuk mengikuti pemusatan latihan ke Australia. Namun, pada saat itu, Dutra hanya bisa ikut berlatih tanpa bisa bermain di pertandingan lantaran statusnya yang masih menjadi warga Brasil.

Sebagai informasi, Dutra merupakan pesepak bola yang kini memperkuat Persebaya Surabaya. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu lahir di Fortaleza, 28 Februari 1983. Dia memulai karir di Indonesia dengan memperkuat Persebaya pada 2011-2012. Selama dua musim, dia berhasil menyumbangkan satu gelar Liga Primer Indonesia (LPI) 2011 dan runner up LPI 2012.

Kemudian, Dutra membela Persipura Jayapura pada 2012-2013. Di klub Mutiara Hitam itu, dia meraih gelar Liga Super Indonesia pada 2013. Setahun kemudian, dia berlabuh ke Persegres Gresik. Pada 2015, Dutra memperkuat Persebaya Surabaya.

Lalu, Dutra pindah dan memilih Bhayangkara FC pada 2016-2017. Di situ, dia berhasil meraih gelar Liga 1 pada musim keduanya. Setelah itu, pada 2018, Dutra kembali memilih Persebaya Surabaya untuk melanjutkan karirnya sebagai pesepak bola profesional sampai saat ini. (gie/fin/wsa)