Beberapa Tamu VIP Positif Korona, Peserta Musda HIPMI Asal Garut Isolasi Diri

1232

Rombongan HIPMI Garut Masih Bingung Untuk Rapid Test di Kabupaten Garut

GARUT – Setelah beberapa tamu VIP pada acara Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat terpapar Covid-19, sejumlah peserta Musda lainnya ramai-ramai mengisolasi diri.

Ketua Badan Otonom BPC HIPMI Kabupaten Garut, Evan Saeful Rohman, mengungkapkan, setelah mendapat arahan dari Gubernur Jawa Barat melalui akun instagramnya bahwa semua peserta Musda Hipmi Jabar dinyatakan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), dirinya sudah mengisolasi diri dan tidak keluar rumah.

Sementara ini, Evan mengaku masih bingung untuk melakukan langkah medis dalam memastikan kondisi dirinya. Sebelumnya, ia sempat coba menghubungi tim penanganan Covid-19 Pemkab Garut, tetapi tidak ada arahan yang jelas harus bagaimana dan kemana dirinya harus melakukan pemeriksaan.

“Tadi saya sudah coba telepon 119, tidak ada yang angkat, saya coba kontak Jubir tim penanganan Covid-19 Pemkab Garut, hanya disarankan memeriksakan diri ke Puskesmas, tapi Puskesmas kan tidak ada alat Rapid test nya,” katanya saat dihubungi wartawan via aplikasi pesan.

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pembina HIPMI Garut, Ervin Luthfi. Ia pun mempertanyakan tidak adanya alat rapid test Covid-19 di Garut. Padahal, para pengurus HIPMI Garut yang mengikuti acara Musda HIPMI Jabar di Karawang pada 9 Maret 2020 lalu, telah siap mengikuti arahan dari Gubernur Jawa Barat.

“Di Garut tidak ada alat rapid testnya, kita harus bagaimana, kita semua siap mengikuti arahan pak gubernur,” jelasnya saat dihubungi lewat telepon genggamnya.

Saat ini, kondisi para pengurus BPC HIPMI Garut yang ikut dalam Musda HIPMI Jawa Barat di Karawang dalam keadaan baik-baik saja, tidak menunjukkan gejala terkena virus korona.

Terpisah, Ketua Umum HIPMI Garut, Arafat El Jihad, mengatakan, para anggota dan pengurus HIPMI se- Jawa Barat telah melakukan upaya antisipasi dengan mendata peserta Musda kemarin dan meminta untuk mengisolasi diri secara mandiri. Hal itu dilakukan dirinya dengan member HIPMI Jabar usai mengetahui adanya pejabat di Pemprov Jabar yang positif Covid-19 setelah menghadiri Musda HIPMI di Karawang, pada 17 Maret 2020 lalu.

Menurutnya, dari acara tersebut digelar pada tanggal 9 Maret lalu hingga saat ini sebenarnya sudah lewat dari 14 hari. Tetapi, sebagai langkah pencegahan dan memastikan semua aman, pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah.

Meski begitu, ia pun mendapat laporan bahwa mereka yang positif korona, setelah pelaksanaan Musda HIPMI juga sempat bepergian keluar negeri, termasuk diantaranya wakil walikota Bandung Kang Yana Mulyana.

Arafat menambahkan, bila Musda HIPMI Jabar menjadi saat penyebaran virus korona. Maka, Ketua Umum HIPMI Jawa Barat terpilih yaitu Surya Batara menjadi salah satu pihak yang paling beresiko, lantaran telah melakukan kontak dengan banyak pihak. Tetapi kata Arafat, berdasarkan hasil tes Covid-19, Surya justru dinyatakan negatif Korona.

“Ketum terpilih mobilitasnya sangat tinggi, tapi hasilnya (test) negatif, bersama ibu Celica (Bupati Karawang) juga sempat satu mobil saat gala dinner, dengan Kang Yana (wakil walikota Bandung) juga berinteraksi erat,” katanya.

Dalam Musda HIPMI Jabar, Arafat bertugas sebagai pimpinan sidang-sidang pleno yang secara langsung memiliki banyak interaksi dengan para pengurus lainnya, termasuk Ketua Umum HIPMI Jabar terpilih. Namun, sampai saat ini dirinya baik-baik saja.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan bahwa sejumlah pejabat seperti Bupati Karawang, Wakil Walikota Bandung dan Walikota Bogor dinyatakan positif Korona. (erf)