Bawaslu Larang Klaim Kemenangan

306

RadarPriangan.com, GARUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Garut melarang adanya spanduk atau deklarasi klaim kemenangan dari setiap peserta Pemilu 2019 dan simpatisan. Klaim kemenangan hanya boleh dilakukan setelah ditetapkan KPU RI.

Sebelumnya pada Selasa (7/5) malam, relawan Brigade 02 sempat beradu argumen dengan Panwascam Tarogong Kidul. Spanduk yang bertuliskan hasil rekapitulasi KPU Garut untuk suara presiden diturunkan Satpol PP setelah diminta Panwascam.

Ketua Bawaslu Garut, Ipa Hafsiah mengatakan, telah merekomendasikan ke Satpol PP untuk menurunkan spanduk yang berisi klaim kemenangan. Menurutnya, klaim kemenangan tidak dilakukan sebelum ada penentuan dari KPU.

“Secara formil (hasil Pemilu) ditentukan oleh KPU. Jadi tidak sedini sekarang klaim deklarasi kemenanga,” kata Ipa di Kantor Bawaslu Garut, Jalan Pramuka, Rabu (8/5).

Pelarangan klaim kemenangan, lanjutnya, sesuai dengan edaran dari Bawaslu RI nomor S-0904/K.BAWASLU/PM.00.00/4/2019. Dalam edaran itu, diperkuat dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 dan PKPU nomor 4 tentang rekapitulasi dan penetapan Pemilu.

“Ada klaim kemenangan, itu tidak boleh. Baik dari simpatisan Capres atau Caleg. Jadi tak hanya untuk 02 saja berlakunya. Jika ada dari 01 yang pasang, pasti akan diturunkan,” ujarnya.

Ipa menyebut, sekitar 15 spanduk klaim kemenangan telah diturunkan. Tak hanya spanduk, karangan bunga yang menyatakan kemenangan juga tak boleh.

“Apalagi kalau ada deklarasi itu tidak dibenarkan. Mau langsung atau tak langsung, klaim kemenangan itu tak boleh. Harus menunggu hasil dari KPU,” katanya.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna bersama Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz meminta semua pihak untuk tetap menjaga kondusivitas pascapemilu. Pelaksanaan Pemilu sudah berjalan aman dan damai.

“Masyarakat harus tetap tenang dan tunggu hasil keputusan dari KPU. Tetap jaga situasi kondusif di Garut,” ucap Budi.

Budi menyebut hingga detik ini, situasi pascapemilu masih tetap terjaga. Pihaknya dan TNI juga tetap melakukan patroli.

“Tetap jaga kesatuan dan persatuan. Jangan terpecah belah,” kata Asyraf. (igo)