Bawaslu Siap Investigasi Dugaan Dukungan Politik Polisi

188

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut mengaku siap mengusut dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan polisi dalam Pemilu 2019.

Sebagai pengawas Pemilu, Bawaslu mengaku akan mengusut terkait keterlibatan polisi dalam mengarahkan masa untuk mendukung salah satu calon presiden di wilayahnya.

“Pemberitaan itu akan dijadikan sebagai bagian dari informasi awal terjadinya dugaan pelanggaran,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Iim Imron, Senin (1/4).

Iim menyebut bahwa pihaknya akan meminta keterangan kepada pihak terkait untuk mendapat titik terang persoalan tersebut. Pihaknya juga akan melakukan tugas sesuai yang diamanahkan undang-undang dengan melakukan investigasi awal.

Iim tidak menutup kemungkinan Bawaslu akan memanggil Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna. Namun meski demikian pemanggilan tersebut bergantung pada proses pemeriksaan yang dilakukan.

“Tapi kita memastikan, Bawaslu Kabupaten Garut akan memanggil pihak-pihak yang diperlukan keterangannya,” katanya.

Meski demikian, Iim mengaku belum bisa menilai dugaan pelanggaran tersebut termasuk kejadian besar atau bukan. Ia menjelaskan bahwa dalam pemilu tidak ada pelanggaran yang disebut besar atau kecil. Yang ada adalah administratif, kode etik, dan pidana.

Namun dalam pemahamannya sendiri, keterangan yang disebutkan oleh mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz, pelanggaran tersebut lebih pada sifat pidana. Hal itu dikarenakan adanya dugaan keterlibatan aktivitas politik dari yang seharusnya netral.

“Para aparatur sipil negara, hakim, jaksa agung, sampai ke bawah, sampai kemudian di kepolisian dan TNI, kepala desa, dan perangkat desa harus netral karena oleh undang-undang dikatakan seperti itu. Kalau terbukti, ini masuk dalam pelanggaran pidana,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here