Banyak Pemudik, Diperpanjang atau Tidaknya PSBB Garut Akan Dievaluasi

190
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman

RadarPriangan.com, GARUT – Sebanyak 70 ribu pemudik dari luar kota sudah masuk Kabupaten Garut. Jumlah tersebut diperkirakan semakin bertambah menjelang puncak arus mudik akhir pekan ini. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman kepada wartawan di Setda Garut, Minggu (17/5/2020).

“Hasil evaluasi kita di zona biru tapi prediksi jumlah pemudik ke Garut sekarang sudah 70 ribu dan diprediksi akan datang lagi karena diperkirakan jumlah pemudik ke Garut sekitar 170 ribu, jadi sekitar 100 ribuan lagi,” kata Helmi.

Untuk mengantisipasi melonjaknya pemudik ke Garut, pihaknya meminta kepada Gubernur Jawa Barat agar pemudik tidak masuk Garut, terutama yang berasal dari zona merah.

“Kita minta ke Gubernur agar tidak (ada) yang mudik pulang ke Garut, tapi kita antisipasi itu karena imbauan tidak mudik sudah kita sampaikan, tapi tetap saja (banyak pemudik, red),” tambahnya.

Maka dari itu, pihaknya akan melakukan pengetatan di tiap check point, terutama di titik perbatasan Garut dengan daerah lain.

“Kita antisipasi di check point, kita akan perketat lagi, karena salah satu kasus reaktif dan positif juga ditemukan di check point salah satunya,” kata Helmi.

Jika ada pemudik yang kedapatan reaktif, maka yang bersangkutan akan menjalani isolasi di RS Medina, sementara jika positif maka akan dirawat di RSUD dr Slamet Garut.

“Kita instruksikan yang mudik agar diperlakukan sesuai prosedur protokol kesehatan,” katanya.

Ketika ditanya soal diperpanjang atau tidaknya PSBB di Kabupaten Garut, Helmi mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat evaluasi bersama Forkopimda.

“Evaluasi (PSBB, red) tergantung besok (18/5/2020) bersama Forkopimda, kalau diperpanjang kita usulkan ke pak Gubernur, kalau tidak kita akan laporan ke pak Gubernur,” katanya.

Meski belum begitu signifikan, namun penerapan PSBB memberi dampak terhadap pengurangan kerumunan orang di suatu tempat.

“Keramaian tetap terlihat apalagi di tempat belanja, tapi kalau dilihat dari lebaran Ramadan kemarin, jumlah kunjungan ke Pengkolan (pusat belanja di perkotaan Garut, red) tinggal 50 persen, kita tidak ingin lebih banyak lagi sehingga resiko penyebaran lebih tinggi lagi,” pungkasnya. (erf)