Badminton Asia Championships 2019, Minions Melesat ke Final

266
Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melaju ke babak final Badminton Asia Championships 2019, setelah mengatasi Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Di final Monions akan kembali berhadapan wakil Jepang. (PBSI)

RadarPriangan.com, WUHAN – Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon terus melesat pada turnamen Badminton Asia Championships (BAC) 2019. Terbukti, pasangan yang dijuluki Minions itu berhasil melaju ke final kejuaraan bulu tangkis se-Asia tersebut.

Kepastian itu didapat usai, Kevin/Marcus yang kini menempati peringkat satu dunia itu menyingkirkan unggulan ketiga asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda di babak semifinal.

Akan tetapi, pada pertarungan yang berlangsung di Wuhan Sports Center, Wuhan, China, Sabtu (27/4) kemarin, Kevin/Marcus sempat dipaksa bermain rubber game sebelum akhirnya menang dengan skor 15-21, 21-17 dan 21-15 atas Kamura/Sonoda.

Di awal babak pertama, Kamura/Sonoda tampil lebih agresif dengan terus melakukan serangan. Kevin/Marcus yang kesulitan mengembangkan permain tertinggal cukup jauh hingga interval pertama dengan skor 5-11.

Usai jeda, Kevin/Marcus memberikan perlawanan yang baik dan perlahan merapatkan jarak menjadi 10-12. Namun, perubahan penampilan Kevin/Marcus itu nampaknya sudah diantisipasi oleh lawan yang terus berupaya mempertahankan pola permainan cepat, hingga akhirnya Kamura/Sonoda menyudahi game pertama dengan skor 21-15.

Pada game kedua, pertarungan sengit terjadi sejak awal. Kejar mengejar angka terus ditampilkan oleh kedua pasangan ini. Bahkan, hingga jeda interval selisih perolehan poin mereka sangat tipis yakni 11-10 dimenangkan oleh Kevin/Marcus.

Kevin/Marcus sempat melesat unggul 15-10 dan menjaga margin keunggulan lima poin pada kedudukan 17-12. Minions sempat memimpin 20-15 sebelum akhirnya memenangkan game kedua dengan skor 21-17.

Di game penentuan, kembali kedua pasangan bermain cukup alot. Silih berganti kedua pasangan terbaik dunia itu memimpin perolehan skor dengan selisih satu poin. Namun, hingga interval, Kevin/Marcus unggul 11-9.

Setelah jeda dan bertukar lapangan, Kevin/Marcus mencoba menjauh, hingga akhirnya pasangan andalan Merah Putih itu berhasil memenagkan set ketiga dengan skor 21-15. Kevin/Marcus mengakui bahwa di game pertama mereka belum menemukan ritme permainan. Namun, di game kedua mereka mengakui mencoba untuk keluar dari tekanan lawan yang terus berupaya bermain dengan pola cepat.

“Di game pertama mereka start-nya lebih siap dari kami, kami masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Waktu awal-awal game kedua pun kami masih berusaha keluar dari tekanan itu dan akhirnya kami bisa membalikkan tekanan ke lawan,” ungkap Kevin seperti dikutip Fajar Indonesia Network (FIN) dari situs resmi PBSI, Sabtu (27/4).

Lebih lanjut, Kevin/Marcus mengakui bahwa mereka diuntungkan dengan hilangnya konsentrasi lawan ketika pertandingan game ketiga hampir memasuki jeda interval dan bertukar lapangan. Di mana, lawan mengajukan protes lantaran satu pengambilannya yang mengenai badan Marcus tak dianggap fault oleh wasit.

Ya, Pada kedudukan 7-6 untuk keunggulan Kevin/Marcus, kok yang dipukul Kamura terlihat mengenai badan Marcus dan keluar. Namun wasit menilai bola tidak mengenai badan dan skor menjadi 8-6. Protes sempat dilakukan Kamura dan pelatih Jepang, namun keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat ditarik kembali.

“Di game ketiga, permainan masih ramai terus dan tadi kami hoki juga karena sebenarnya memang fault, kena badan koh Sinyo (Marcus), tapi wasit tidak bisa mengubah keputusan,” tutur Kevin.

“Pertemuan kami memang selalu ramai, ketat terus kalau lawan Kamura/Sonoda. Tapi sepertinya mereka hilang konsentrasi setelah kejadian touch itu. Namun di game ketiga, walau poinnya jauh, kami cari poinnya nggak gampang,” sambung Marcus.

Dengan kemenangan ini, Kevin/Marcus berhak atas tiket final Badminton Asia Championships (BAC) 2019. Di partai puncak itu, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan unggulan kelima asal Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

“Siapa pun yang bisa ke final pasti bagus mainnya, nggak mungkin mereka mau kalah begitu saja. Siapa saja lawan kami di final besok, kami harus siap,” tegas Marcus.

Sayang, pencapaian baik Kevin/Marcus ini tak mampu diikuti oleh wakil Indonesia lainnya yang juga tembus ke babak semifinal. Ya, perwakilan Indonesia lainnya dari sektor ganda putri, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta gagal mendapatkan tiket final.

Hasil itu setelah, Della/Rizki di kalahkan oleh unggulan keempat asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan dalam dua set langsung dengan skor 22-20 dan 21-12. Ini merupakan kekalahan pertama yang diterima Della/Rizki atas Chen/Jia. Ya, tiga kali pertemuany sebelumnya sejak tahun 2017, Della/Rizki selalu berhasil mengalahkan Chen/Jia.

Dengan demikian, wakil merah putih di babk final Badminton Asia Championships (BAC) 2019 hanya menysikan pasangan ganda putra andalan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (gie/fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here