Awak Angkutan di Garut Ancam Demo Besar-besaran

1701

Penulis : Iqbal Gojali | Editor : Feri Citra Burama

RadarPriangan.com, GARUT – Ratusan awak angkutan perkotaan di Kabupaten Garut melakukan aksi mogok kemudian mereka mendatangi kantor DPC Organda Kabupaten Garut, Selasa (22/9/2020).

Awak angkutan ini merasa tidak diperhatikan oleh Pemerintah di masa Pandemi covid-19. Itu yang menjadi alasan mereka melakukan aksi tersebut.

Ketua DPC Organda Kabupaten Garut, Yudi Nurcahyadi menyebut, ratusan awak angkutan yang melakukan aksi mogok itu antara lain jurusan Cempaka-Terminal Guntur.

“Memang mereka yang sejak Sabtu kemarin terdampak langsung karena jalur yang mereka lewati diisolasi oleh pemerintah Kabupaten Garut,” sebutnya.

Kondisi tersebut menjadikan mereka terdampak karena penghasilannya turun drastis. Namun di sisi lain, kata Yudi, Pemerintah Kabupaten Garut tidak memberikan perhatian kepada para awak angkutan padahal mereka juga terdampak langsung.

“Mereka mengadu ke kita dan berharap agar para awak angkutan ini juga mendapatkan subsidi untuk bahan bakar dan sembako untuk keluarganya di rumah. Selain itu juga ada permintaan agar pemerintah memberikan perlindungan kesehatan kepada para awak angkutan itu,” katanya.

DPC Organda sendiri, ungkap Yudi, sebetulnya sudah meminta masker dan hand sanitizer kepada Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Kesehatan. Namun permintaan tersebut hingga saat ini belum dipenuhi.

“Kalau tidak dipenuhi juga, Jumat (25/9) kita akan melakukan aksi besar-besaran. Diizinkan atau tidak, kita akan menggelar aksi, ini urusannya tentang perut dan keselamatan jiwa,” ungkapnya.

Menurutnya tuntutan itu sudah seharusnya diberikan oleh pemerintah. Apalagi selama ini, para awak angkutan selama pandemi Covid-19 tidak pernah mendapatkan bantuan sama sekali dari Pemerintah Kabupaten Garut.

“Kita minta untuk keamanan bersama. Awak angkutan ini setiap hari berinteraksi dengan banyak orang, tanpa perlindungan sama sekali dari pemerintah. Padahal anggaran penanganan Covid-19 di Garut ini sangat besar, tapi awak angkutan tidak pernah mendapatkan bantuan” ucapnya.

Sebetulnya kata Yudi, ada kekhawatiran muncul klaster baru dalam penyebaran Covid-19 dari angkutan umum. Tapi hingga saat ini sendiri, awak angkutan di Kabupaten Garut belum pernah sekalipun menjalani tes usap.

Menurutnya, bisa saja ada awak angkutan yang terpapar Covid-19.

“Kalau semuanya diswab, bisa saja ada yang positif. Selama ini mereka kan interaksi dengan masyarakat banyak tapi perlindungan tidak ada,” tutupnya. (igo/RP)