Atalia Ridwan Kamil: Sosialisasi Gemarikan Dimulai dari Anak Usia Dini

86
Atalia Ridwan Kamil saat melakukan edukasi terkait mendongeng kepada anak PAUD. (istimewa)

KOTA BANDUNG — Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil mendongeng sekaligus mengedukasi puluhan siswa PAUD tentang manfaat makan ikan di PAUD Bunda Asuh Nanda, Kota Bandung, Rabu (4/12/19).

Seusai mendongeng, Atalia mengatakan bahwa sosialisasi Gemarikan (Gerakan Makan Ikan) perlu dilakukan guna meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Selain itu, Gemarikan dapat mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi dan aman dengan basis sumber daya lokal.

“Hari ini kami hadir terkait dengan program yang dititipkan dan diimbau kepada kami dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Di mana kami harus menyebarluaskan terkait dengan sosialisasi Gemarikan dimulai dari anak usia dini,” kata Atalia.

“Itulah kenapa kami datang ke PAUD-PAUD. Karena untuk menginformasikan dan menyosialisasikan Gerakan Makan Ikan,” imbuhnya.

Atalia berharap, angka stunting di Jabar terus menurun seiring dengan meningkatnya konsumsi ikan anak-anak. Karena salah satu faktor penyebab tingginya angka stunting di Indonesia, khususnya Jabar, adalah asupan gizi yang buruk.

“Harapan dari kami adalah bahwa semakin kecil anak-anak ini diberikan pembekalan terkait dengan gemar makan-makanan yang bergizi, khususnya ikan, kasus-kasus stunting di Indonesia juga bisa hilang dan tidak ada lagi kasus baru,” ucapnya.

Dongeng yang dibacakan Atalia sendiri berjudul Mia dan Ikan Goreng. Dongeng tersebut menceritakan tentang pentingnya mengonsumsi ikan. Dengan mengonsumsi ikan yang kaya protein, kata dia, anak-anak Jabar bisa tumbuh sehat, cerdas, dan ceria.

“Saya kebetulan juga membuat buku terkait dengan Gemarikan berjudul ‘Mia dan Ikan Goreng’, buku ini juga sudah menyebar di seluruh Jawa Barat,” katanya.

“Intinya lebih kepada bagaimana anak betul-betul memahami pentingnya makan ikan dari membaca. Harapan saya anak yang masih kecil bisa dibacakan oleh orang tuanya, karena bagaimana pun mereka mengambil keteladanan dari orangtuanya.”

“Selain itu didalamnya (buku) juga disampaikan bagaimana orang tua membiasakan anak untuk makan ikan dimulai dengan memisahkan duri atau tulang ikan tersebut dan lain sebagainya,” ucap Atalia mengakhiri. (erf)