Aplikator Terapkan Tarif Baru, Driver Gojek Batal Mogok

345
Dok. JawaPos

RadarPriangan.com, JAKARTA – Aplikator Gojek berjanji akan melakukan uji coba tarif untuk Go-Ride di lima kota sesuai dengan pedoman tarif Kemenhub No. 348/2019.

Diketahui, sebelumnya pengemudi atau driver ojek online (ojol) berencana akan mogok narik pada Senin (6/5). Hal itu dilakukan karena aplikator mempermainkan tarif yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 1 Mei 2019. Pasalnya tarif hanya berlaku selama tiga hari dari tujuh hari yang diminta Kemenhub.

Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita mengungkapkan, selama tiga hari menerapkan aturan tarif baru tersebut pihaknya melihat ada penurunan Go-Ride yang cukup tinggi.

“Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi selama tiga hari pertama pemberlakuan tarif uji coba, kami melihat adanya penurunan permintaan (order) Go-Ride yang cukup signifikan sehingga berdampak pada penghasilan mitra driver kami,” ujar Nila dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/5).

Kendati demikian, pihaknya berjanji akan berkomitmen dan mendukung regulasi yang ditetapkan Kemenhub.

“Dengan semangat dan komitmen mendukung keberhasilan dan optimalisasi Kepmenhub No. 348/2019, Gojek akan terus melanjutkan penggunaan tarif uji coba layanan Go-Ride,” kata Nila.

Dalam tarif baru uji coba ini, pihak Gojek akan tetap menggelar program promosi atau diskon tarif agar jumlah konsumen tidak berkurang.

“Dalam penerapan tarif uji coba ini, berbagai program promosi (diskon tarif) harus dilakukan untuk menjaga tingkat pemintaan konsumen. Hal ini baik untuk jangka pendek, namun tidak baik untuk keberlangsungan usaha secara jangka menengah dan panjang,” ucap Nila.

Nila menegaskan, subsidi yang diberikan Gojek tidak selamanya. Selama ini promosi yang ditawarkan kepada pelanggan Gojek hanya sementara.

“Subsidi berlebihan untuk promosi (diskon tarif) memberikan kesan harga murah, namun hal ini semua karena promosi tidak dapat berlaku permanen,” kata Nila.

Tentu saja, kata Nila, subsidi yang diberikan aplikator jika dilakukan terus menerus akan mengancam keberlangsungkan bisnis jasa tersebut.

“Dalam jangka panjang, subsidi berlebihan akan mengancam keberlangsungan industri, menciptakan monopoli dan menurunkan kualitas layanan dari industri itu sendiri,” tutur Nila.

“Ancaman terhadap keberlangsungan industri dapat mengakibatkan hilangnya peluang pendapatan bagi para mitra driver yang tentunya sangat ingin kami hindari,” tambah Nila.

Karena itu, aplikator akan menjaga industri tetap berlangsung terus sehingga memberikan pendapatan kepada mitra pengemudi Gojek.

“Gojek ingin menjaga keberlangsungan industri ini, agar mitra driver kami terus mendapatkan sumber penghasilan yang berkelanjutan, serta para konsumen terus dapat menikmati layanan aman, nyaman dan berkualitas,” ungkap Nila.

Gojek berharap industri agar sama-sama menciptakan persaingan sehat sehingga dapat terus mempermudah hidup konsumen dan menjaga pendapatan serta kesejahteraan driver Gojek secara berkesinambungan.

“Kami akan terus laporkan perkembangan terkait uji coba tarif kepada Pemerintah untuk dapat saling memberikan dan menerima masukkan,” ucap Nila.

Sementara ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Nailul Huda mengatakan, pihak Gojek harus mematuhi apa yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Adanya kenaikan tarif bisa membantu mitra driver memperoleh pendapatan yang lebih besar tanpa harus ada keharusan mendapatkan insentif bonus,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN).

Menurut Huda, walaupun permintaan turun namun tetap tidak signifikan karena pelanggan pasti tetap ada.

“Kalaupun harus bersaing dengan Grab, Gojek harus mampu memberikan promosi. Dengan fitur yang lebih banyak, harusnya gojek bisa bersaing dengan Grab,” kata Huda.

Pengamat Transportasi, Azas Tigor menilai, dampak regulasi tarif baru yang ditetapkan pemerintah kemudian diprotes oleh aplikator merupakan sesuatu hal yang biasa. Karena akan membutuhkan penyesuaian, hanya saja Gojek agar tidak terlalu lebai.

“Gojek lebai aja tuh. Mau adu domba masyarakat pengguna ojek online dengan pemerintah yang membuat peraturan baru ojek online,” pungkas Tigor.(din/fin)