Ada-ada Saja, Demi Cinta HK Rela Menginjak Kitab

232
HK menangis ketika konferensi pers bersama Polisi dan MUI

GARUT – Kepolisian Resor Garut menangkap pria penginjak kitab yang fotonya sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Pria berinisial HK ini kabarnya viral karena dianggap menginjak Al Quran.

HK akhirnya diciduk Polisi di rumahnya, di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Setelah diperiksa Polisi, ternyata yang diinjak HK bukanlah Al Quran, melainkan kitab Majmu Syarif Kamil.

Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansyah mengatakan, bahwa setelah ramainya di media sosial tentang adanya penginjakan Al Quran, pihaknya langsung melakukan tindakan.

“Kita langsung lakukan penelusuran melalui dua akun media sosial facebook, yaitu Deni Suherman dan Harry Kurniawan. Kemarin (30/12/2019) yang bersangkutan kita amankan di rumahnya. Kita langsung buatkan laporan tipe A,” kata Kapolres Garut.

Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, HK diketahui memang menginjak kitab yang bertuliskan Arab. Namun Kapolres memastikan bahwa hal tersebut bukanlah Al Quran, melaikan kitab Majmu Syarif Kamil yang di dalam isinya ada ayat-ayat Al Quran.

HK, disebut Kapolres, menginjak Kitab Majmu Syarif pada pada April 2019 di rumahnya lalu difoto dan dikirimkan kepada A yang diketahui sebagai pengunggahnya di media sosial facebook melalui aplikasi pesan whatsapp.

“Pelaku A ini kemudian mengunggah foto tersebut di facebook melalui akun Merana Hati Merana pada Desember 2019,” sebutnya.

Kapolres menjelaskan bahwa alasan HK melakukan hal tersebut karena pelaku A menyuruhnya untuk bersumpah sambil menginjak Al Quran. Tujuannya adalah untuk meyakinkan A bahwa HK akan menikahi A dan tidak memiliki istri.

“Jadi HK ini diketahui berkenalan dengan A di tahun 2017 melalui media sosial facebook. Lalu setelahnya pendekatan selama 2 bulan lalu pacaran. Meski keduanya pacaran, keduanya ini tidak pernah bertemu, hanya komunikasi melalui media sosial facebook dan whatsapp,” jelasnya.

A sendiri, dikatakan Kapolres, diketahui merupakan TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang tengah berada di Qatar.

Setelah menjalin hubungan selama beberapa waktu, A merasa cemburu terhadap HK sehingga kemudian meminta bersumpah dengan cara menginjak Al Quran agar percaya.

Pada Desember, karena ada permasalahan sehingga A memposting foto yang dikirimkan oleh HK di media sosial facebook miliknya bersama 2 foto laki-laki yang menggunakan jaket warna coklat dan menggunakan topi warna hitam dengan keterangan “ngaran aing hary kurniawan dari garut komandan bobs aing cicing di bc buah batu…aing kafir tah quran ku aing di cingcak sok tangkap aing”.

Dalam kasus ini sendiri pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, mulai satu lembar hasil print out screenshoot berupa postingan facebook dengan nama akun Merana Hati Merana, satu buku kitab majmu kamil syarif kamil (fadilah dan faedah hari jumat serta surah- surah dan ayat – ayat dalam al quran, doa dan zikir, tahlil, talqin, penatalaksanaan jenazah dan asmaul husna).

“Selain itu kita juga mengamankan satu buah HP warna putih dibungkus softcase warna hitam, kursi warna merah, karpet motif warna cream coklat,” ucapnya.

Pelaku HK, diungkapkan Kapolres melakukan penginjakan dengan dua cara. Yang pertama adalah dengan duduk di lesehan beralaskan karpet dengan kaki kiri dan kanan. HK berposisi sedang menginjak buku bertuliskan huruf arab selanjutnya difoto dan dikirimkan kepada pelaku A.

Yang keduanya, buku bertuliskan arab (majmu syarif) tersebut disimpan diatas kursi berwarna merah dan diinjak dengan menggunakan kaki sebalah kanan. Selanjutnya kemudian difoto dan dikirimkan kepada pelaku A. “Kedua foto tersebut dikirimkan oleh pelaku HK kepada pelaku A melalui media sosial whatsapp,” ungkapnya.

Meski demikian, Kapolres menyebut bahwa pihaknya tetap menjerat HK dengan Pasal 177 ayat (2) KUHP. “Ancaman hukumannya paling lama 4 bulan 3 pekan” tutupnya.

Demi Cinta HK Kepada A

HK sang penginjak kitab yang berisi ayat-ayat Alquran, saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Garut berulang kali meminta maaf di hadapan Kapolres, Dandim, Bupati, Ketua MUI, Ketua FKUB dan awak media.

Ia menyebut bahwa aksinya tersebut tidak bermaksud untuk melecehkan, namun untuk bersumpah kepada pacaranya yang berinisial A.

“Saya berasal dari Karangpawitan memohon maaf khususnya kepada umat Muslim di Garut dan umumnya ke umat Muslim di mana saja di seluruh dunia,” ujar HK sambil terisak di Mapolres Garut.

Ia menyebut bahwa ia melakukan hal tersebut karena A meminta bersumpah atas keseriusan hubungannya dengan perempuan yang belum pernah ia temui namun dikenalnya sejak 2017. HK mengatakan bahwa A adalah perempuan asal Purwakarta dan sudah beberapa tahun menjadi TKW di Qatar.

Selama berpacaran, HK mengaku hanya menghubungi melalui facebook dan whatsapp. Dan beberapa bulan kebelakang, A ini diketahui cemburu karena melihat postingan akun facebook dengan na,a Deni Suherman isinya mirip dengan akun milik HK.

“A menuduh akun Deni Suherman itu milik saya, padahal setelah HP saya jatuh saya tak punya akun facebook. Supaya dia percaya, dia minta saya injak Alquran. Namun saya merasa khawatir dan memilih untuk menginjak majmu. Mohon maaf karena ada foto saya yang menginjak majmu. Jadi pembelajaran bagi saya. Harus hati-hati,” katanya.

Aksinya menginjak majmu sendiri diakuinya dilakukan pada April 2019 dan memoto dan mengirimkan fotonya kepada A sebagai pembuktikan. Hal tersebut juga sebagai bentuk keseriusannya untuk menikahi A.

“Saya ingin menikahi dia. Biar percaya, dia minta saya menginjak Alquran. Saya ikuti agar dia percaya,” katanya.

HK menegaskan bahwa aksinya tersebut tidak sedikitpun berniat untuk menghina umat Islam dan menjelekan Islam. “Saya hanya mau bersumpah ke A, tidak ada niat sedikit pun menghina Islam, karena orang tua saya, anak saya, dan keluarga saya semuanya Muslim,” jelasnya.

Ia mengaku bahwa beberapa bulan ke belakang hubungannya dengan A terjadi masalah sehingga A kemudian mengunggah foto HK melalui akun Merana Hati Merana. Ia mengaku kaget dengan postingan tersebut, apalagi dengan menyebutnya kafir dalam keterangannya. “Saya seorang Muslim,” ucapnya.

MUI Minta Semua Percayakan Kepada Polisi

Ketua MUI Kabupaten Garut, KH Sirajul Munir mengatatakan bahwa HK secara nyata telah melakukan pelecehan terhadap Alquran. Meski yang diinjaknya bukanlah Al Quran, namun kitab Majmu Syarif Kamil yang diinjaknya berisikan surat-surat Al Quran.

“Jangankan satu surat, satu kata Alquran saja tetap harus dimuliakan. Kata ‘Allah’ saja, apakah itu di dalam Alquran atau hanya satu kata saja harus tetap kita muliakan, apalagi satu ayat, satu surat, apalgi satu Al Quran,” ujarnya, Selasa (31/12/2019).

Namun meski demikian, Munir mengaku pihaknya memercayakan setiap prosesnya kepada pihak kepolisian. Apalagi setelah informasi tersebut menyebar di media sosial, kepolisian langsung melakukan penanganan.

Apa yang dilakukan HK, menurut Munir meresahkan umat Islam di Kabupaten Garut dan informasi yang didapatkan pun sempat simpang siur. “Namun dengan adanya penangan ini, mari kita percayakan kepada polisi karena akan ditanganua dengan profesional,” katanya.

Apa yang terjadi juga, menurutnya harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Atas adanya hal tersebut, Munir mengaku pihaknya akan melakukan pembahasan secara khusus di MUI Kabupaten Garut. Selain itu juga ia menyebut bahwa dirinya siap menjadi saksi ahli dalam kasus ini.

Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan awalnya terkejut dengan adanya informasi seorang pria yang menginjak kitab suci di Kabupaten Garut. “Masalah ini tentu harud disikapi dengan proporsional,” ucapnya.

Dengan penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap pelaku, Rudy mengaku sangat bersyukur karena akhirnya bisa menjelaskan teka-teki aksi tersebut dan diketahui modus juga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. (igo)