Abdul Rajab dan Ismail Akhirnya kembali Tersenyum

419
Dua pedagang yang jadi korban penjarahan aksi 22 Mei bertemu dengan Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jumat (21/5). (Setkab for FIN)

Dua Pedagang Korban Aksi 22 Mei Bertemu Presiden

Abdul Rajab dan Ismail, hanya pedagang kecil di Kawasan Agus Salim, Jakarta Pusat. Rabu (22/5) lali, Nasib naas menimpa mereka, semua isi warungnya dijarah oleh sekelompok orang saat bentrokan di Bawaslu RI. Jumat (24/5), keduanya dipanggil bertemu Presiden Joko Widodo. Sejumput harapan menggapai hidup kembali bergeliat.
TIM FIN- Jakarta

Lampu handphone Abdul Rajab, 62, berkedap-kedip saat dirinya membereskan isi warungnya. Selasa (21/5) malam, suara petasan bersahutan di ujung Jalan Agus Salim, Gambir, Jakarta Pusat. Hanya 500 meter dari tempatnya berada. Bunyi dentuman gas air mata terdengar ditembakkan. Berulang ulang. Hari itu, warungnya tutup lebih awal, khawatir bentrokan menjalar ke sana.

Di luar, keadaan masih sepi. Hening. Para driver ojek online yang biasa memesan kopi di sana tak satupun terlihat batang hidungnya. Para pelangganya pun hilang begitu saja, seperti menjual es di musim hujan.

“Pak pulang, hati hati ada bentrok,” ujar seseorang di ujung telepon. “Iya, ini mau pulang,” katanya.

Rajab dengan cepat membereskan isi warungnya. Semua barang dagangan seperti rokok, makanan ringan dan barang barang ia dimasukkan ke dalam lemari penyimpanan. Pintu warung berukuran setengah badan orang dewas dikunci rapat-rapat dengan gembok. Stater sepeda motornya ia hidupkan. Kepalanya menoleh sebentar ke arah warung, khawatir ada yang terlupa. Dirasanya aman, ia pun pulang. Sementara, riuh rendah teriakan pendemo dan petasan semakin dekat. Hati Rajab makin gundah. “Semoga tak ada apa-apa,” gumamnya dalam hati.

Paginya, kepala Rajab bak terhantam benda keras. Pusing tujuh keliling. Berita bentrok di sekitar Jalan Agus Salim-Sabang dan KH Wahid Hasyim membuat semua isi warungnya hilang antah berantah. Tanpa mandi dan ganti pakaian, ia langsung meluncur ke warung.

Benar saja, warungnya seperti kapal pecah. Rokok dan minuman dagangannya ludes dijarah massa yang mengamuk. Tak ada yang tersisa. Jika dihitung, kerugian kurang lebih Rp30 juta setelah kejadian beberapa waktu lalu.

Pas malam itu massa dihalau aparat, mereka lari sambil menjarah. Pecah-pecahin warung pedagang kaki lima termasuk warung saya, kata Rajab. Lebaran tahun ini kelam. Hatinya luluh lantak melihat mata pencaharianya hilang begitu saja.

Di tengah keputusasaan itu, sebersit harapan pun terlihat. Jumat (24/5), teleponnya kembali berdering. Namun bukan dari para saudara yang menanyakan kabarnya pasca kejadian tempo hari, melainkan staf presiden. Sore itu, ia akan dijemput ke Istana Negara.

“Bapak Jokowi mau ketemu,” ujar Rajab menirukan obrolan sang staf kepada wartawan.

Tak lupa, sang staf memberi tahu jika keduanya harus memakai pakaian sopan ketika di istana. “Saya pakai batik,” kata Rajab.

Sore harinya, ia bersama Ismail, seorang pedagang yang bernasib sama dengannya dijemput. Mereka datang menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Keduanya diundang oleh Presiden setelah mengetahui kejadian yang mereka alami dari berbagai pemberitaan.

Rajab mengaku tidak menyangka dapat dipanggil bertemu dengan Presiden dan memperoleh bantuan. Ia juga mengutarakan akan segera kembali membuka usaha setelah bantuan tersebut diterima.

“Ini alhamdulillah Bapak Presiden bantu kita. Kita bisa berusaha lagi besok,” ujarnya.

Sementara Ismail, 68, selain mengalami penjarahan barang dagangannya, ia juga mengaku kehilangan sejumlah tabungannya.

Total kerugian dari kejadian tersebut diperkirakan berada di kisaran Rp20 juta. Alhamdulillah ada sumbangan dari Bapak Presiden. “Ketemu Bapak Presiden (mengucap) banyak terima kasih,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan harapannya agar peristiwa yang dialaminya itu tidak terulang lagi di kemudian hari. Jangan kejadian lagi kayak gitu. Kita kejadian kayak gitu udah ngeri, ucapnya. Kini Abdul Rajab dan Ismail akhirnya bisa tersenyum. Seperti awal mereka membangun warung. Alhamdulilah. (*/fin/tgr)