4,27 Juta Siswa Siap Ikuti UN SMP/MTS

230
Dok. JawaPos

RadarPriangan.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, sebanyak 4.279.008 siswa akan mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS), yang akan dilaksanakan mulai 22 – 25 April 2019.

Namun, ada sedikit perbedaan waktu penyelenggaraan untuk sejumlah wilayah timur seperti Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur, UN baru akan dilaksanakan pada 23 April.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno menejelaskan, untuk UN tingkat SMP/MTS yang akan diujikan ada empat mata pelajaran yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Adapun UN SMP dan MTS tersebut diikuti sebanyak 56.505 sekolah yang terdiri dari 39.326 SMP dan 17.719 MTS. Sedangkan sekolah yang mengikuti UNBK mencapai 78 persen.

“Sejauh ini persiapan untuk UN SMP sudah berjalan lancar, sudah sinkronisasi untuk UNBK begitu juga soal udah sampai untuk UN kertas pensil (UNKP),” kata Totok di Jakarta, Sabtu (20/4).

Totok menyebutkan, saat ini jumlah provinsi yang sudah menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan atau 100 persen diantaranya, untuk tingkat SMP yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DI Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

Sementara untuk tingkat MTS Terdapat 22 provinsi yang menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DI Yogyakarta, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Lampung, Bali, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Banten, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Riau, Papua Barat, dan Sumatera Utara.

“Untuk pelaksanaan UN di daerah bencana tidak mengalami kendala dan diselenggarakan sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujarnya.

Untuk itu, Kemendikbud berpesan agar Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTS yang akan diselenggarakan mulai 22 April harus mengutamakan kejujuran.

Ia juga berharap, pelaksanaan UN berlangsung lancar dan tidak ada diwarnai kecurangan. Untuk persiapan, dilakukan seoptimal mungkin.

“UN harus mengutamakan kejujuran. Kami minta siswa untuk percaya diri dan mengutamakan kejujuran,” ujar Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Poppy Dewi Puspitawati. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here