4 Sumber Anggaran Desa Sirnajaya, Sebagian Besar Dana Desa untuk Penanganan Covid-19

53
GOR Desa Sirnajaya, tampak megah dan memiliki ukuran besar. GOR ini multifungsi untuk kebutuhan olahraga sampai kebutuhan rapat dan acara lainnya. GOR ini dibangun dari sumber anggaran mulai dari Bonus produksi dan juga bantuan provinsi (IP)

RadarPriangan.com, GARUT – Desa Sirnajaya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, tahun anggaran 2020 setidaknya mendapatkan empat sumber anggaran pendapatan. Antara lain dari Dana Desa (APBN), kemudian Alokasi Dana Desa (APBD Kabupaten), Infrastruktur Pedesaan (bantuan Provinsi) dan Bonus Produksi dari PT Star Energy Geothermal Darajat Ltd.

Kepala Desa Sirnajaya, H Wewen Wendi menjelaskan, total anggaran dari 4 sumber itu sebesar Rp 2.126.962.300 dengan rincian Dana Desa sebesar Rp 1.111.171.000, Kemudian Alokasi Dana Desa sebesar Rp 547.635.300, selanjutnya Bantuan Provinsi (IP) sebesar Rp 130.000.000 dan Bonus Produksi sebesar Rp 338.156.000.

Untuk Dana Desa sendiri, berdasarkan surat edaran Pemerintah Pusat, maka terjadi pengalihan atau perubahan untuk penanganan pandemi covid-19. Sehingga banyak rencana pembangunan fisik yang dialihkan untuk bantuan sosial langsung tunai kepada warga terdampak pandemi. Walau demikian, sebagian ada juga yang dibangun kepada fisik dikarenakan bersifat urgen dan mendesak.

“Nah peruntukan Dana Desa itu kebetulan ada bencana musibah covid-19 tapi ada juga yang terbangun yang pertama rehabilitasi pemeliharaan saluran yang terbakar untuk ke daerah Cikapunduhan tepatnya di pesantren Baitul Hikmah, kedua PJU (peneranan jalan umum) di Kampung Gadog, Ketiga TPT SDN Sirnajaya 2 Kampung Ragamukti dan keempat yang akan dibangun yaitu Beronjong di Kampung Gadog RW 07,” ujarnya, Rabu (16/12).

“Kenapa (TPT) itu dibangun karena TPT tersebut kebetulan ada di pinggir sekolah, dan merupakan tebing dikhawatirkan ada anak-anak yang suka bermain di sana celaka. Nah ini judulnya penyelamatan jiwa anak sekolah sehingga terpaksa merealisasikan dibangun demi keamanan,” ujarnya.

Sementara untuk Bonus Produksi, merupakan dana bagi hasil panas bumi dari PT Star Energy Geothermal Darajat Ltd. Bonus produksi ini dialokasikan yang pertama untuk membayar utang desa ketika membangun GOR Desa Sirnajaya, selanjutnya dialokasikan untuk sarana keagamaan yaitu bantuan kepada 4 masjid, kemudian juga dialokasikan untuk belanja sarpras kantor desa.

” Membantu sarana keagamaan yaitu 4 masjid, yang pertama masjid di kampung Ciparanje, kedua masjid kampung Ragamukti, ketiga masjid Kampung Cikapunduhan dan yang keempat masjid di Kampung Gadog, kebetulan masjid-masjid tersebut lagi berjalan membangun,” ujarnya.

Adapun untuk Bantuan Provinsi (IP) dialokasikan antara lain untuk sebagian pembangunan GOR, kemudian belanja pulsa RW, selanjutnya TPAPD, dan terakhir dialokasikan untuk honor (operasional) pokja Posyandu.

Lebih jauh H Wewen Wendi menjelaskan, dengan adanya pandemi covid-19, masyarakat bisa menerima dengan baik ketika terjadi pengalihan anggaran yang luar biasa besar. Pihaknya mengambil langkah dengan mengundang RT RW, tokoh masyarakat dan lembaga desa untuk memberikan pengertian.

“Alhamdulillah itu sesuai agenda pemerintah, program pemerintah karena itu sifatnya urgen tidak tahu menahu tidak diperkirakan dan tidak dibyangkan di tahun 2020 akan terjadi musibah. Dan dengan edaran itu semuanya sudah sepakat menggunakan angaran dari dana desa diepruntukan penanganan covid-19,” katanya.

Adapun belanja penanganan pandemi covid-19 itu adalah belanja sarana kesehatan seperti masker, hand sanitizer, sepatu dan lain sebaginya. Termasuk juga disalurkan untuk bantuan langsung tunai selama tiga bulan dengan besar Rp 600 ribu kemudian dilanjut sampai bulan Desember sebesar Rp300 ribu per penerima.

“Yang terpenting itu dulu diprioritaskan adalah masker supaya setiap warga memiliki masker, atau mendapatkan bagian masker dari bagian pemerintah lewat dana desa,” ujarnya.

Lebih lanjut H Wewen juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten dan PT Star Energy Geothermal Darajat Ltd yang telah memberikan bonus produksi.

“Saya bersyukur alhamdulillah kepada Pemerintah Kabupaten Garut pak Bupati dan Dinas terkait terkait dan Star Energy termasuk para media yang juga ikut meliput memantau kebenaran penyaluran ini saya merasa bersyukur atas bantuan dana dari bonus produsi yg masuk ke kas daerah dengan harapan anggaran yang turun atau yang masuk ke desa bisa dimanfaakan yang lebih maksimal,” ujarnya.

Disamping itu H Wewen juga secara khusus berharap kepada pemerintah agar ke depan, ada peningkatan dalam nominal dana desa, ADD maupun bantuan provinsi.

“Karena yang harus ditangani pihak kami di Desa Sirnajaya ini masih banyak yang harus dibenahi dan ditangani,” ujarnya.

“Termasuk ini khusus terkait dengan penghasilan Kepala Desa dan aparatur, jadi saya minta ke pusat bapak Presiden atau bapak Bupati, jadi gaji Kepala Desa itu bukan tidak layak atau tidak disyukuri, tapi saya mohon dinaikkan lah di tahun 2021,” ujarnya.

Karena ternyata pengeluaran Kepala Desa itu banyak sekali dengan biaya tak terduga. Sehingga dengan beban tersebut, rasanya penghasilan kepala desa maupun aparatur desa harus lebih dipertimbangkan untuk dinaikkan. (adv)