30 Kades Dilantik, Asep: Animo Masyarakat Mendaftar Kades Tinggi

436
Dhani Wardani Pebrian SP (kanan), Kepala Desa Ciburial, Kecamatan Leles foto bersama dengan Bupati Garut. (Foto Diskominfo Garut)

RadarPriangan.com, GARUT – Bupati Garut, Jawa Barat, melantik 30 orang Kepala Desa gelombang ketiga dari pilkades serentak tahun 2019 lalu. 30 Orang Kepala Desa ini dilantik di halaman setda dan disaksikan masyarakat umum, Jumat (14/02/2020).

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Asep Jaelani menyebut, 30 orang Kepala Desa ini adalah mereka yang akan menggantikan kades lama yang habis masa jabatan di tanggal 13 Februari 2020.

“Ada 30 Kades yang habis masa jabatan di bulan Februari ini tanggal 13, makanya pelantikan di tanggal 14,” kata Asep, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat.

Pelantikan kades kali ini ada yang berbeda dengan sebelumnya. Kalau biasanya kata Asep, pelantikan dilaksanakan di Pendopo Garut, tapi sekarang dilaksanakan di halaman Setda dan bisa disaksikan oleh masyarakat umum.

” Alhamdulillah mungkin ini salah satu inovasi pelantikan di periode sekarang ini dilaksanakan di setda dan diperhatikan, dilihat semua orang. Karena selama ini kan pelantikan dilaksanakan hanya di pendopo, nah sekarang ini kita coba dengan sepeti tadi alhamdulilah jadi semua orang pun bisa tahu, bisa mendengar apa yang disampaikan oleh pak Bupati bahwa amanat pak Bupati apa saja,” katanya.

Asep juga menyampaikan, animo masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi kepala desa sekarang ini sangat luar biasa.

Bahkan ada desa yang jumlah pendaftar hingga 10 orang. Padahal aturan sendiri membatasi calon kades maksimal hanya 5 orang. Sehingga akhirnya harus dilaksanakan seleksi hingga dihasilkan hanya 5 calon.

“Tapi ada juga kades yang bingung mencari pasangan karena tidak ada yang mau mencalonkan, akhirnya istrinya mencalonkan. Ini kan mencerminkan bahwa kinerja kepala desa tersebut bisa dipahami, bisa dimengerti, bisa membuat masyarakat puas,” kata Asep.

Sementara itu pada saat pelantikan Kepala Desa jumat kemarin, tampak salah seorang kepala desa yang dilantik dengan usia cukup muda di Kabupaten Garut. Kepala Desa tersebut adalah Dhani Wardani Pebrian SP, Kepala Desa Ciburial, Kecamatan Leles.

Pemuda kelahiran Garut 21 Februari 1991 itu diminta masyarakatnya mencalonkan diri dan berhasil menang dalam pilkades serentak 2019 lalu.

“Beliau dikenal sebagai sosok muda, berani, tegas, peduli dan Merakyat. Sehingga pada pilkades serentak, beliau diminta dan didaulat oleh masyarakat untuk maju dan memenangkan Pemilihan Kepala Desa Ciburial,” ujar Aden Kurniawan, saudara dari Dhani Wardani yang ditemui di lapang Setda.

Dhani Wardani sendiri tampak sangat bahagia bersama keluarga dan para pendukungnya saat ditemui usai pelantikan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Desa Ciburial yang telah memberi saya kepercayaan dan amanah sebagai Kepala Desa terpilih. Semoga amanah ini bisa saya emban untuk mewujudkan Desa Ciburial Bermartabat, Religius dan Sejahtera Berbasis Pembangunan Berkelanjutan, Berkeadilan dan Gotong Royong,” ujar Dhani.

Ketika ditanya tentang visi misinya ke depan, Dhani menyebutkan, setidaknya ada 5 visi misi besarnya memimpin Desa Ciburial.

  1. Meningkatkan Kapasitas dan Etos Kerja dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Bermartabat.
  2. Meningkatkan kegiatan sosial kemasyarakatan, kepemudaan, olahraga dan keagamaan guna mewujudkan masyarakat yang dinamis dan religius.
  3. Memaksimalkan pengelolaan potensi dan kekayaan sumber daya Desa guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
  4. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang merata, berkelanjutan dan berkeadilan.
  5. Meningkatkan peran dan fungsi Lembaga-lembaga yang ada di Desa, sehingga mampu bersinergis dengan menjunjung tinggi Semangat gotong royong.

Visi dan Misi tersebut kata Dhani, tidak mungkin dapat tercapai apabila hanya dibebankan dan tertumpu pada seorang kepala desa. Akan tetapi perlu adanya semangat berinovasi dan berkreasi, berkolaborasi dan bersinergi dengan semua pihak.

“Oleh karena itu, saya akan membangun jejaring komunikasi dan kerjasama dengan semua pihak yang mempunyai kepedulian dan perhatian untuk kemajuan masyarakat dan desa, dengan menerapkan konsep pentahelik, pembangunan Desa Ciburial yang melibatkan berbagai unsur.” ujarnya. (fer)