2.285 Rutilahu akan Diperbaiki Tahun ini

346
Rumah tidak layak huni. (DOK. RADAR GARUT)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Garut, di 2019 ini akan memperbaiki sekitar 2.285 rumah tidak layak huni (Rutilahu/RTLH). Perbaikan rumah tidak layak huni tersebut sendiri dilakukan dengan menggunakan sejumlah sumber anggaran yang bisa digunakan.

“Ada perbaikan RTLH yang sumber dananya dari DAU, bantuan Gubernur Jawa Barat, BSPS reguler,dan BSPS strategis,” kata Sekretaris Dinas Perumanan dan Permukiman Kabupaten Garut, Ir Luna Aviantrini, Kamis (21/3).

Luna menjelaskan bahwa untuk bantuan perbaikan rumah tidak layak huni yang dananya bersumber dari DAU berjumlah 148 unit. Jumlah rumah tidak layak huni tersebut sendiri tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Garut.

“Ada juga yang sumber pembangunannya dari Bantuan Gubernur Jawa Barat yang jumlahnya mencapai 1.080 rumah tidak layak huni. Jumlah itu sendiri tersebar di 27 Kecamatan dan 27 desa/kelurahan,” katanya.

“Dari Bantuan Gubernur Jawa Barat ini paling sedikit jumlah rumah yang diperbaikinya setiap kecamatan 20 dan paling banyak 80,” imbuhnya.

Untuk bantuan rumah tidak layak huni yang sumber anggarannya dari BSPS reguler, disebut Luna diperuntukan bagi 500 rumah. Ke-500 rumah tersebut sendiri tersebar di 6 kecamatan dan 13 desa/kelurahan. Dari 6 kecamatan tersebut, yang paling banyak desa menerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni adalah Malangbong, yaitu 4 desa.

“Sedangkan untuk BSPS strategis, jumlah rumah tidak layak huni yang mendapatkan bantuan tahun ini ada 500 rumah dan tersebar di 12 kecamatan. 500 rumah tidak layak huni yang mendapatkan bantuan ini berada di 18 desa,” ucapnya. (igo)