19 Desa di Garut Rawan Terkena Tsunami

430
Pantai Sayangheulang, Kecamatan Cikelet. (dok. RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyebut ada 19 desa di Kabupaten Garut yang rawan tsunami. Gempa yang kerap terjadi akhir-akhir ini menjadikan 19 desa yang dominan berada di wilayah selatan itu menjadi semakin rawan lagi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut ke-19 yang rawan tsunami tersebar di sejumlah kecamatan di Garut Selatan. Lokasi desanya sendiri memiliki jarak yang cukup dekat dengan pantai selatan, mulai dari yang berbatasan dengan Tasikmalaya hingga Cianjur.

“Selain desa-desa, ada juga beberapa sekolah yang rawan terdampak tsunami. Jumlahnya 6, mulai dari jenjang SMA hingga SD. Lokasinya seperti di Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet, hingga Caringin,” kata Tubagus, Jumat (28/6).

Potensi tsunami sendiri, disebutnya saat ini menjadi semakin rawan terjadi seiring tingginya angka gempa karena beberapa faktor yang menjadi pemicunya. Daerah selatan Garut sendiri merupakan wilayah pertemuan lempeng Indo-Australia.

“Seperti sebelumnya sempat terjadi gempa akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia,” ucapnya.

Dalam mengantisipasi ancaman tersebut, BPBD Garut sudah membentuk desa tangguh bencana hingga membuat tempat evakuasi sementara.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan kegiatan ke wilayah yang rawan terjadi tsunami itu.

“Kesadaran akan bencana menjadi tujuan utama sehingga masyarakat kemudian lebih waspada dan tau apa yang harus dilakukan. Tidak jarang masyarakat itu terpana dengan panorama alam sehingga menjadi tidak waspada dengan adanya potensi bencana,” katanya. (igo)