Yamaha-Honda Terbukti Kartel Skutik 110-125 cc

130
Ist

RadarPriangan.com, JAKARTA – PT Yamaha Indonesia Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) terbukti melakukan praktik kartel. Pasalnya permohonan kasasi Yamaha dan Honda ditolak Mahkamah Agung (MA).

Dikutip dari situs resmi MA, Senin (29/4), MA memutuskan “tolak” kasasi Yamaha dan Honda. Putusan diketok pada 23 April lalu. Adapun nomor perkara 217 K/Pdt.Sus-KPPU/2019. Sidang tersebut diadili oleh Ketua Majelis Yakub Ginting dengan anggota Ibrahim dan Zahrul Rabain.

Atas putusan penolakan MA itu, kuasa hukum Yamaha, Eri Heriawan belum mau berkomentar banyak. Pihaknya masih menunggu salinan putusan MA terlebih dahulu,

“Belum bisa komentar, kami belum terima salinan putusan,” kata Heri, Senin (29/4).

Senada dengan Eri Heriawan, General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan menghormati keputusan MA. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan langkah hukum selanjutnya.

“Kami menghormati putusan MA ini. Jika benar, kami akan mengambil langkah hukum berikutnya. Hingga saat ini kami belum menerima salinan putusan MA,” kata Muhibbuddin.

Sementara Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Syahputra Saragih mengatakan, putusan MA sangat tepat. Artinya praktik kartel jangan dibiarkan karena merugikan masyarakat.

“Kami mangapresiasi (putusan MA), dan ini menunjukkan bahwa perkara ini tidak main-main,” ujar Guntur.

Melalui putusan MA ini, kata Guntur, bahwa data ekonomi yang diberikan KPPU kepada MA diterima dan diperkuat dengan hasil keputusan penolakan. Sebabselama ini pembuktian secara ekonomi masih simpang siur apa boleh digunakan KPPU atau tidak.

“Jadi pembuktian ekonomis yang ditimbulkan masyaakat terhadap harga pasar ini bisa digunakan KPPU,” ucap Guntur.

Kasus ini bermula saat KPPU mengendus adanya praktik kartel sepeda motor skutik 110-125 cc di Indonesia. Adanya praktik kartel ini membuat harga jual melambung tinggi, sehingga konsumen dirugikan.

Salah satu bukti yang diangkat KPPU adalah surat elektroik (e-mail) internal YIMM pada 28 April 2014 dan 10 Januari 2015. E-mail pertama dikirim Presiden Direktur YIMM, Yoichiro Kojima kepada Executive Vice President Dyonisius Beti, kemudian dilanjutkan ke grup manajemen pemasaran.

Dari isi e-mail itu, pihak YIMM terindikasikan menginformasikan kepada AHM bahwa YIMM mengikuti kenaikan harga HAM untuk mengantisipasi nilai tukar dan peningkatan upah buruh.

Selanjutnya e-mail kedua berasal dari Direktur Marketing YIMM, Yutaka Terada kepada Dyonisius dan Direktur Sales YIMM Sutarua. Isinya bahwa Kojima berjanji pada Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma bahwa YIMM akan mengikuti kenaikan harga AHM setelah pertemuan di lapangan golf.

Isi e-email kedua juga mengungkap faktar bahwa Terada setuju penyesuaian harga pada produk Yamaha Soul GT dan Jupiter MX.

Setelah bukti-bukti tersebut dibebarkan di dalam persidangan, pada 20 Februari 2017, KPPU memutuskan Honda dan Yamaha memang secara sengaja melakukan praktik kartel. Akibatnya, Yamaha dihukum denda Rp25 miliar, sedangkan Honda dihukum denda Rp22,5 miliar.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here