Welcome Back to San Siro, Conte!

80
Antonio Conte

RadarPriangan.com, MILAN – Desas-desus siapa yang akan menggantikan pelatih Luciano Spalletti di Inter Milan akhirnya terjawab, Rabu (31/5). Adalah Antonio Conte yang dipilih.

Nama eks allenatore Juventus telah diumumkan secara resmi sebagai pelatih Nerazzurri. Conte menggantikan pelatih sebelumnya, Luciano Spalletti yang baru saja dipecat.

Kepindahan Conte cukup membuat para Juventini-sebutan suporter Juventus-terhenyak. Pria berusia 49 tahun kembali bekerja di Italia setelah dipecat oleh Chelsea pada akhir musim lalu. Ia menghabiskan selama dua musim di Stamford Bridge. Dua trofi berhasil diraihnya, gelar Liga Premier dan Piala FA.

Setelah sebelumnya di Juventus, mantan gelandang La Veccha Signora ini juga sukses mengamankan tiga gelar Serie A berturut-turut.

Dilansir Football Italia, Conte akan menerima gaji sebesar 11 juta euro (Rp175 miliar) per tahun di Inter. Gaji ini sangat fantastis untuk kalangan pelatih.

Bagi Conte, ketertarikanya melatih Inter Milan bukan pasal gaji, melainkan ada impianya yakni meraih Liga Champions musim ini.

Ya, di bawah Spalletti, Inter berhasil mengantongi tiket ke Liga Champions, sayang gelar juara gagal karena finis keempat di Serie A 2018-2019.

“Babak baru dalam hidup saya sudah dimulai,” kata mantan bos Juventus itu di situs resmi klub barunya, Sabtu (31/5).

“Saya memilih Inter karena klub itu, karena betapa ambisiusnya itu. Saya dikejutkan oleh transparansi klub dan keinginan untuk membawa Inter kembali ke tempatnya,” imbuhnya.

Sementara, Presiden Inter Steven Zhang mengatakan, merekrut Conte adalah impian klubnya. Inter membutuhkan kebangkitan setelah tidur panjang hingga kini. “Antonio Conte adalah salah satu pelatih terbaik di luar sana,” ujarnya.

“Saya yakin dia akan membantu kami mencapai tujuan kami dan memenuhi misi kami, yang selalu tetap sama: untuk menjadikan klub ini salah satu yang terbaik di dunia lagi,” imbuhnya.

Keputusan Conte merapat ke musuh bebuyutan Juventus bukan tanpa pengorbanan. Sehari sebelumnya, ketika rumor itu masih panas, banyak fan Juventus yang tidak terima dengan keputusan Conte.

Baik Juventus dan Inter adalah dua tim yang tidak punya hubungan baik. Ketegangan antarkedua kelompok suporter semakin menjadi-jadi setelah Inter dapat scudetto dari hibah Juve yang divonis bersalah dalam kasus calciopoli 2006.

Seorang Juventini lewat akun Buddy Guy Black White, menciptakan laman petisi di change.org sebagai tanggapan atas kabar Antonio Conte yang pada akhirnya diresmikan menjadi pelatih Inter Milan pada Jumat (31/5), untuk menggantikan Luciano Spalletti.

Petisi itu berisikan petisi yang meminta Antonio Conte dihapus dari sejarah. Hingga berita ini diturunkan, lebih dari 8.046 manusia yang menandatangani petisi itu. Mereka adalah Fan Juve kecewa dengan keputusan Conte.

Meski demikian, para Ultras Inter tak mau tinggal diam. Pelatih 49 tahun itu pun mendapat peringatan dari ultras Inter. Kesalahan yang sama tak boleh terulang dan diharap bisa segera buktikan diri.

“Kami bukan Juve. Menang bukanlah satu-satunya hal yang penting bagi kami. Kami dengan tegas bahwa Curva Nord tentu tidak dapat melupakan masa lalunya yang hitam dan putih,” tulis pernyataan ultras Inter seperti dikutip dari Football Italia.

“Semoga beruntung untuk Tuan Conte, dengan harapan membuktikan kepada kami dengan cepat bahwa Anda layak untuk Inter,” tulis Ultras tersebut.

Seperti pelatih pada umumnya, Conte dipaksa berlari mengejar target tahun ini. Pekerjaan rumah pertamanya, ia harus sanggup meyakinkan pemilik klub dalam bursa transfer pemain pada musim panas ini.

Materi Inter sekarang tidak cukup kuat untuk bisa meraih scudetto musim depan. Harus ada pembelian pemain sesuai dengan karakter Inter. Gelar di Champions dan Serie A adalah harga mati. (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here