Water Canon Diterjunkan ke Cineam

111
Polres Kota Tasikmalaya memerjunkan water canon untuk menyalurkan air bersih untuk warga Dusun Ciriri dan Neglasari, Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, yang krisis air bersih akibat kemarau. (ist)

Bantu Warga Yang Kesulitan Air Bersih

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota menurunkan kendaraan penyemprot air (water canon) ke Dusun Ciriri dan Neglasari, Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Bukan untuk membubarkan aksi massa, namun kendaraan yang berkapasitas 6000 liter itu mendistribusikan air bersih bagi warga.

Kepala Satuan Sabhara Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yudiyono menyebut pihaknya sengaja mengalihfungsikan kendaraan water canon untuk membawa air bersih bagi warga. Hal tersebut dilakukan karena pihaknya menerima laporan bahwa warga di Kecamatan Cineam banyak yang terdampak akibat kekeringan dan kesulitan air bersih.

Menerima informasi tersebut, kata Yudiyono, pihaknya langsung menurunkan kendaraan tersebut untuk membantu meringankan permasalahan tersebut.

“Kita sebagai abdi negara tentu siap membantu warga. Ini kan kapasitasnya enam ribu liter sehingga bisa dibagikan cukup banyak kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (27/6).

Ia menyebut bahwa kendaraan water canon baru kali ini diturunkan untuk membantu kekeringan yang dialami oleh warga. Namun meski demikian ia menyebut bahwa jika ada yang merasakan dampak kekeringan akibat kemarau bisa langsung melapor ke polisi dan pihaknya siap mengerahkan kendaraan untuk menyalurkan air bersih.

Sementara itu Camat Cineam, Ari Fitriadi menyebut bahwa sejumlah tempat di wilayahnya memang kerap kekeringan saat memasuki dan selama musim kemarau. “Ada beberapa titik lokasi yang harus didistribusikan air bersih, diantaranya Desa Ancol, Ciampanan, Cijulang, dan sebagian Pasirmukti,” ungkapnya.

Wilayah-wilayah tersebut, kata Ari, letak geografisnya berada di atas bukti sehingga krisis air pun kerap terjadi. Untuk bisa mendapatkan air yang cukup untuk kebutuhan-sehari-hari, biasanya wara harus menggali sumur yang sangat dalam.

“Dengan kondisi ini harus ada upaya lain yang memerlukan teknologi dan menyiapkan biaya yang cukup besar karena lokasinya yang tinggi dan jauh. Namun pembuatan sumur dan penyediaan air diluar domain pemerintah desa karena akan memakan anggatan yang cukup besar,” jelasnya.

Ari pun berharap agar pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bisa memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya sendiri adalah dengan membangun sumur artesis sehingga suplay air yang biasa terganggu saat kemarau bisa tetap tercukupi. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here