Waspadai Kerawanan Jalur Selatan

29
Kemacetan kendaraan terjadi di Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jalur ini patut menjadi perhatian para pemudik karena memiliki kerawanan kecelakaan tinggi dan sering menimbulkan kemacetan panjang. (Jabar Ekspres)

Persimpangan dan Aktivitas Warga Jadi Titik Kemacetan

RadarPriangan.com, BANDUNG – Bagi masyarakat yang akan mudik lebaran, harus mewaspadai kondisi jalur lintasan. Khususnya wilayah Jabar selatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, beberapa titik rawan kecelakaan di wilayah Jabar selatan harus menjadi perhatian bagi para pemudik yang melintas.

Berdasarkan catatan Jalur lintasan di wilayah Gentong Kabupaten Tasikmalaya sering terjadi kecelakaan. Di jalur tersebut memiliki tikungan sangat tajam dan kondisi jalan yang menanjak.

Turunan tajam dan tikungan tajam dengan kedua sisi batu cadas dan jurang akan dijumpai oleh pemudik diwilayah itu. Sehingga, para pengendara dituuntut ekstra waspada jika ingin melewati jalur Gentong.

Kepala Kepolisian Sektor Kadipaten (Gentong) Ajun Komisaris Erustiana mengakui, jalur Gentong memang sangat rawan kecelakaan.

Namun, sesuai perintah dari Kapolda, selama arus mudik Jalur tersebut akan diawasi oleh jajaran lantas.

Selain itu, di jalur tersebut akan didirikan beberapa pos untuk memberikan pelayanan kepada pemudik yang merasa kelelahan selama di perjalanan.

Selain itu, pemasangan rambu-rambu jalan sudah dilakukan di jalur tersebut. Sehingga, para pemudik harus selalu memperhatikannya. Namun, yang tak kalah penting untuk keselamatan berkendara adalah kondisi kendaraan dan pengemudi yang harus prima.

’’Kendaraan harus laik jalan, sebelum berangkat periksa dulu kondisi ban, rem lampu-lampu dan lainnya,’’kata dia.

Sementara itu, kondisi jalan Gentong saat ini dalam kondisi sangat baik. Sebab, pemerintah setempat sudah melakukan perbaikan dengan memperbaiki permukaan jalan yang tidak rata.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi ada 50 titik kemacetan yang akan terjadi saat masa mudik Lebaran 2019. Terbanyak berada di kawasan Pantura, akibat adanya aktivitas warga setempat di sebanyak 21 pasar tumpah.

Menurut Heri, penyebab terjadinya kemacetan selain pasar tumpah yaitu adanya empat persimpangan. Kawasan Pantura menjadi salah satu daerah yang akan terjadi kemacetan yang cukup banyak pada masa mudik Lebaran 2019.

”Karena di sana itu menjadi konsentrasi para pemudik dari prediksi kurang lebih 14.900 juta pemudik tadi yah yang dari yang keluar Jadebotabek itu kan 3,7 juta masuk ke Jawa Barat. Karena saya bicara Jawa Barat di sini, maka untuk Pantura ini yang akan melewati tujuh tol Pantura kurang lebih 1,7 juta pemudik. Kemudian yang lewat Pantura ya sendiri kurang lebih 1,2 juta,” kata Heri.

Heri menjelaskan, sisa pemudik yang menggunakan jalur lain, seperti ke jalur tengah, selatan, dan lainnya diperkirakan berjumlah 500 ribu. Sehingga perkiraan pemudik yang melewati Jawa Barat sebut Heri, sebanyak 3,7 juta. Angka itu jumlah pemudik Lebaran 2019 itu mengalami penaikkan 10-12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Heri menambahkan kondisi yang serupa dengan kawasan Pantura, juga akan terjadi di jalur mudik tengah dan selatan di Jawa Barat. Hal itu disebabkan keberadan persimpangan jalan serta aktivitas warga setempat.

”Kemudian dia jalur tengah atau selatan itu ada sekitar 20-an (persimpangan) juga. Memanjang dari sejak Cianjur, Puncak Sukabumi, masuk ke Bandung kemudian masuk ke Nagreg, Limbangan, Malangbong, dan seterusnya,” ujar Heri.

Dinas Perhubungan Jawa Barat menyatakan khusus titik macet di jalur tengah mudik yang diprediksi macet yaitu kawasan Nagreg dan Cileunyi. Jalur tersebut dapat dikatakan menjadi langanan kemacetan setiap mudik Lebaran. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here