Waspada! Macan Kumbang Berkeliaran di Gunung Papandayan

173
Kawasan TWA Gunung Papandayan masih ditemukan jejak macan kumpang. (dok. RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Musim libur tidak jarang dijadikan sejumlah warga untuk berwisata. Salah satu tempat yang menjadi tujuan wisata sendiri adalah alam pegunungan.

Di Kabupaten Garut, salah satu gunung yang menjadi primadona wisatawan adalah Papandayan. Saat ini sendiri kawasan tempat wisata Gunung Papandayan dikelola oleh pihak swasta, PT AIL.

Namun dibalik keindahan Gunung Papandayan jangan sampai menjadikan yang hendak berwisata lengah, khususnya yang mendirikan tenda dan menginap di sekitarnya. Hal ini karena sejumlah tempat yang biasa dijadikan lokasi untuk mendirikan tenda kerap dilalui oleh binatang buas, salah satunya Macan Kumbang.

Pegiat lingkungan Garut dari Jenggala, Agus atau biasa dipanggil Keling, menyebut jika kawasan Gunung Papandayan merupakan salah satu habitat macan kumbang. Jauh sebelum dikelola PT AIL, Agus menyebut dirinya sering menemukan jejak nacan kumbang bahkan harimau di sejumlah lokasi.

“Terakhir rekan saya merekam sepasang macan kumbang, di mana yang betinanya terlihat sedang hamil. Mungkin sekarang sudah beranak. Tapi kalau melihat jejak, jumlah macan kumbang ini masih banyak dan sering melewati sejumlah lokasi di kawasan Papandayan,” ujarnya, Senin (17/6).

Ia menyebut, kawasan Papandayan yang sering dilewati Macan Kumbang dan hewan buas lainnya adalah Pabrik Belerang, Lawang Angin, Tegal Alun, Tegal Bungbrun (Pondok Saladah) Guberhut, Gunung Puyang, Tegal Panjang, hingga kawasan Kamojang. Diantara lokasi tersebut menurutnya ada yang sering digunakan pendaki menjadi lokasi camping.

“Karena itu pendaki yang biasa mendirikan tenda di tempat-tempat itu agar waspada, jangan lengah karena tidak tahu kapan macan kumbang akan melalui jalur itu. Kalau penasaran silahkan saja coba, nyalakan unggun sambil bakar ayam dan jangan dimatikan apinya. Kemungkinan pasti akan mendekat,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini, lanjut Agus, ia bersama rekannya akan memasang kamera trapp di Tegal Panjang untuk mengetahui aktivitas Macan Kumbang dan hewan buas lainnya.

“Karena berdasarkan informasi memang masih ada harimau. Itu dilihat dari jejak kakinya yang sebesar piring kaleng,” ucapnya.

Selain Macan Kumbang dan Harimau, disebut Agus ada juga aktivitas Macan Tutul di sekitar kawasan Papandayan. Oleh karena itu ia meminta agar pengelola TWA Papandayan untuk selalui mengingatkan pewisata.

“Untuk pewisata juga hatus hati-hati. Kalau melihat bekas cakaran di pohon, kemungkinan besar itu adalah tempat utama si hewan,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here