Warga Tiongkok Incar Gadis Tasik

180
Empat warga Tiongkok diamankan di Kantor Imigrasi Tasikmalaya karena tidak memiliki dokumen lengkap. Keempat WNA ini sebelumnya akan menikasi gadis di Karangnunggal. (Radar Tasikmalaya)

Akan Dinikahi, untuk Dapat Hadiah Lomba di Negaranya

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Polsek Karanunggal Kabupaten Tasikmalaya mengamankan empat orang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok Kamis (25/4). Mereka diamankan karena tidak memiliki identitas diri, keempatnya lalu dibawa ke Kantor Imigrasi Tasikmalaya Jumat (26/4).

Keempat WNA Tiongkok tersebut yakni Sun Mingchao (27), Zeng Xiangshun (32), Li Yadong (27) dan Yuan Zhensun (22).

Mereka diamankan setelah adanya informasi dari masyarakat sekitar, ketika empat WNA itu bertamu ke salah satu rumah warga di Kampung Karangsari RT/RW 008 Desa Karangnunggal, Kecamatan Karangnunggal, warga pun curiga dan melaporkannya ke Polsek Karangnunggal.

Saat didatangi pihak Polsek, keempat WNA itu diduga hendak melangsungkan pernikahan dengan gadis asal Karangnunggal Tasikmalaya yang masih berusia di bawah 20 tahun.

“Setelah ada informasi dari warga, kita langsung ke lokasi. Ternyata ada empat warga asing yang tidak memiliki identitas apapun, termasuk tidak mampu berkomunikasi,” ujar Kapolsek Karanunggal Kompol K Jefri kepada Radar, Minggu (28/4).

WNA tersebut, kata Jefri, tidak membawa identitas dengan alasan ketinggalan. Selain itu, keempatnya tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia maupun Inggris.

“Kita juga memiliki keterbatasan dan sulit menerjemahkan bahasa mereka secara utuh,” tuturnya.

Pihaknya, kata Jefri, langsung berkoordinasi dan menyerahkan para WNA itu ke Kantor Imigrasi Tasikmalaya.

Dari informasi yang diterimanya, kata Jefri, keempat warga Tiongkok itu datang ke Karanunggal Tasikmalaya, khusus untuk menikahi empat gadis yang telah dikenal melalui seseorang selaku penghubung. Mereka ingin menikahi gadis Tasikmalaya agar mendapatkan hadiah dari negaranya.

“Agar bisa menikah empat gadis Tasik itu, para WNA mengaku telah masuk Islam sebulan lalu di Kecamatan Cibalong,” ungkapnya.

Jefri mengaku tidak mengusut soal dugaan pernikahan itu, karena hanya fokus soal identitas para WNA.

“Kalau urusan tujuannya WNA itu, ada di ranah Imigrasi,” tandas Jefri.

Camat Karangnunggal Asep R Dahliana membenarkan diamankannya empat orang WNA Tiongkok. Informasi yang diterimanya, mereka diamankan karena tidak membawa izin masuk Indonesia.

“Katanya mau menikahi orang warga sini (Karangnunggal, Red),” ungkap Asep kepada Radar Tasikmalaya (grup RadarPriangan.con), kemarin (28/4).

Saat ini, kata dia, keempatnya sudah diserahkan ke Kantor Imigrasi Tasikmalaya. Pihaknya meminta masyarakat hati-hati, bila ada warga asing yang memang tidak membawa identitas lengkap.

“Saya harap masyarakat jangan sembarangan memasukkan WNA,” tegas Asep. (ujg/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here