Warga Sukaregang Minta Pabrik Penyamakan Kulit Dipindahkan

138
Warga menutup jalan Sukaregang sebagai bentuk protes atas penemaran lingkungan pabrik penyamakan kulit. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Ratusan warga di Kelurahan Regol, Minggu sore (12/5) melakukan aksi damai menyikapi limbah kulit Sukaregang yang dianggap sangat mengganggu. Mereka menuntut agar pabrik-pabrik yang ada di Sukaregang bisa dipindahkan, karena sudah sangat mencemari lingkungan sekitarnya.

Dalam aksinya, mereka sempat membuang air yang sudah tercemar limbah kulit ke jalan, sehingga membuat tercium aroma tidak sedap. Selain itu juga mereka menutup sebagian Jalan Ahmad Yani, sehingga sempat membuat arus lalulintas terganggu. Warga pun mendatangi beberapa pabrik penyamakan dan langsung menutupnya.

“Aksi ini merupakan kesekian kalinya dilakukan karena sebelumnya setelah melakukan aksi tidak ada perubahan yang signifikan dan tidak diperhatikan pemerintah. Kami berharap agar limbah pabrik tidak dibuang ka sungai secara langsung. Ipal yang ada saat ini hanya menjadi hiasan saja,” kata salah seorang warga, Dede, 34.

Selain itu, Dede juga menyebut bahwa harus ada tindakan tegas dari aparat pemerintah, baik itu dinas terkait maupun kepolisian. Selama ini pencemaran lingkungan oleh limbah B3 yang dampaknya sangat terasa, namun tidak pernah ada langkah hukum yang diambil oleh aparat.

“Seingat saya, saat Kapolda Jabar melakukan kunjungan ke Poskamling pernah meminta kepada bapak Kapolres agar memerhatikan kasus pencemaran ini. Namun hingga saat ini masih belum ada langkah penegakan hukum yang dilakukan. Kami warga disini ingin sehat, tidak mau air yang digunakan tercemar limbah B3,” ungkapnya.

“Kami sangat berharap agar seluruh pabrik penyamakan kulit yang ada di Sukaregang ini dipindahkan ke lokasi yang jauh dari pemukiman masyarakat,” tambahnya.

Warga lainnya, Ahmad, 35, menegaskan jika tuntutan warga yang melakukan aksi tidak diindahkan oleh aparat pemerintah, maka bukan tidak mungkin aksi serupa akan kembali dilakukan.

Selain itu juga, ia menyebut akan melakukan perlawanan dengan tidak membayar pajak bumi dan bangunan kepada pemerintah.

“Nanti kita akan tutup juga semua lubang pembuangan limbah dan akan mendatangi satu persatu pabrik dan akan kita tutup langsung,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here