Warga Kaget Rumahnya Harus Dibongkar

308
Bangunan rumah di bantaran rel di Jl Bank, Kelurahan Pakuwon, Garut Kota,

GARUT – Reaktivitasi jalur kereta yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kabupaten Garut dinilai masyarakat kurang sosialisasi. Masyarakat mengaku kaget dengan rencana pembongkaran bangunan di lahan PT KAI di akhir 2018 ini.

Salah seorang penghuni tanah PT KAI di Jalan Bank, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Hj Komariah mengaku, tanah yang ditempatinya milik PT KAI, namun penempatan tersebut dilakukan dengan cara menyewa Rp.4 juta per tahun.

Bangunan rumahnya sudah ia dirikan sejak beberapa tahun silam. Sampai saat ini Komariah belum pernah diberitahu secara resmi, baik melalui surat maupun musyawarah langsung.

“Bangunan yang berjejer ini belum pernah diberi tahu. Saya saja tahu itu dari warga yang lain. PT KAI itu kurang sosialisasi dan perasaan mendadak sekali,”katanya.

Hal senada diungkapkan Lurah Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, H Agus Tomi. Ia mengaku sampai saat ini baru satu kali menerima surat dari PT KAI. Surat itu pun berupa pemberitahuan tentang penebangan pohon yang berada di lintasan atau di sekitar rel kereta api.

“Saya baru satu kali menerima surat dari PT KAI itu pun pada November. Surat itu juga bukan tentang rencana pembukaan kembali jalur kereta api namun pemberitahuan penebangan pohon di sekitar rel kereta api. Coba pikir, kalau pohon ad tidak yang di atas rel?,” ucap Agus dengan nada heran.

Dirinya mengetahui ada rencana reaktivitasi kereta api ini dari pihak lain. Makanya, ia juga bingung ketika banyak warga yang menanyakan terkait rencana tersebut, baik itu relokasi maupun ganti rugi terhadap warga, khususnya yang berada di wilayah kelurahan Ciwalen.

“Bingung ke saya juga. Kadang yang lain tahu, tapi kenapa Kelurahan tidak dibawa-bawa. Makanya saya katakan tadi, saya tidak pernah menerima (pemberitahuan). Surat pun baru satu kali, itu pun penebangan pohon, bukan pembongkaran rumah,”katanya.

Terpisah, Ketua RW 12, Kelurahan Pakuwon, Garut Kota, H Misja mengaku, dirinya belum mengetahui waktu pasti pembongkaran bangunan serta pembayaran ganti rugi akan dilakukan PT KAI.

Menurutnya, selama ini dirinya hanya memperoleh informasi dari beberapa warga yang sering ikut aksi demo.

Sebelumnya, PT KAI sudah melakukan penertiban sebanyak 1.077 bangunan dengan luas lahan 59.467 meter persegi terdampak rencana reaktivitasi jalur kereta api di Kabupaten Garut. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here