Warga Garut Diimbau Tidak Ikut Aksi 22 Mei

89
Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren, dan Cendekiawan Muslim, di Garut, Senin (13/5). (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Para ulama, habaib, dan cendekiawan muslim di Kabupaten Garut mengimbau masyarakat untuk tidak ikut aksi pada 22 Mei 2019 di Jakarta. Disarankan agar setiap warga menjalankan aktivitas hariannya dan tidak ikut-ikutan melakukan aksi tersebut.

“Karena ada indikasi pengerahan massa, khususnya 22 Mei ke KPU pusat, maka kami sepakat supaya mencerahkan masyarakat jangan ikut-ikutan ke Jakarta. Sudahlah, orang Garut yang tani ya tani, dagang ya dagang, jangan ikut-ikutan,” kata Ketua MUI Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir, Senin (13/5) usai Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren, dan Cendekiawan Muslim, di Garut.

Ia menyebut, aksi yang akan dilakukan di Jakarta diindikasikan ada kelompok yang tidak puas, namun pihaknya tidak mengetahui dalam hal apa ketidakpuasan itu.

“Apakah kerana sumbatan aspirasi atau kecurangan yang dilaporkan ke Bawaslu ada sumbatan, kami tidak tahu. Tapi menurut kami sebetulnya tidak ada sumbatan,” katanya.

Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan hal tersebut maka tidak perlu ada pemberangkatan ke Jakarta. Dan jika merasa ada kecurangan makan bisa melakukan laporan resmi sesuai dengan aturan konstitusi.

“Kalau ada tindakan pidana silahkan melapor kepada pihak kepolisian. Tidak perlu makukan tindakan inkonstitusional karena ini perhelatan pesta demokrasi. Itu kesepakatannya barusan,” jelasnya.

Selain itu, Sirojul juga menyebut para peserta yang hadir menyepakati juga bahwa perhelatan pesta demokrasi, khususnya Pilpres, keputusannnya menunggu KPU RI.

“Kita menyepakati bahwa siapapun yang menang itulah takdir Allah yang harus diterima legawa oleh semua pihak dengan senang hati. Kita juga sepakat menciptakan suasana aman damai kondusif, khususnya di Garut dalam menyikapi Pemilu ini,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here