Warga Ciamis Resah, Banyak Uang Hilang Misterius dan Diduga Dicuri Oleh Tuyul

712
Spanduk dibuat oleh warga Dusun Pohat, Kabupaten Ciamis. Spanduk ini berisi kecaman terhadap orang yang diduga memelihara tuyul

CIAMIS – Tuyul, merupakan sebangsa Jin yang mitosnya digambarkan sebagai sosok anak kecil dan ahli mencuri uang. Namun benarkah tuyul bisa mencuri uang dalam arti sungguhan?

Kepercayaan itulah yang saat ini berkembang di tengah warga Dusun Pohat, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis.

Warga Dusun Pohat akhir-akhir ini resah dengan kasus kehilangan uang yang terjadi misterius.

Pasalnya, tidak terlihat tanda-tanda jejak manusia dalam kasus hilangnya uang itu. Kemudian setiap hari ada saja warga yang merasa kehilangan uang.

Dan anehnya, setiap hilang tidak semua uang yang raib, tapi hanya sebagian.

Riki Rahman, warga dusun Pohat membenarkan banyak laporan terkait hilangnya uang secara misterius itu. Bahkan Riki dan keluarganya mengaku pernah kehilangan uang.

Riki mengatakan, masalah hilangnya uang warga secara tiba-tiba ini sudah berlangsung hampir satu bulan ke belakang. Awalnya warga merasa tidak ada yang aneh tetapi karena banyak korban yang merasa kehilangan akhirnya kebanyakan warga pun merasa ada yang janggal.

Apakah memang hilangnya uang sejumlah warga itu karena lupa menyimpan, ataukah memang hilang oleh makhluk gaib.

“Warga sering kehilangan uang, hilangnya itu ada yang Rp.1. juta, Rp.500 ribu, sampai ada juga yang hilang cuma Rp.100 ribu. Dan kalau didata pasti lebih dari Rp.15 juta lebih”ujarnya saat ditemui Radar Garut (Radar Priangan) Minggu (16/12/2018).

Yang membuat peristiwa kehilangan itu janggal, karena uang yang dicuri hanya sebagian saja. Sehingga, ia menduga kasus hilang uang ini bukan disebabkan oleh manusia, tapi oleh tuyul.

“Kalau sama orang biasa, enggak mungkin hilangnya cuma sedikit-sedikit, pasti semuanya diambil. Bahkan ada warga yang hilang uang ketika sudah dapat donasi dari bencana kekeringan, tetapi pas di rumah uang dalam amplop tiba-tiba hilang padahal dari pas pembagian uang masih tersimpan rapat dalam amplop.” ujarnya.

Warga pun kemudian membuat sepanduk yang ditempatkan di badan jalan sebagai bagian dari pencegahan.

“Saha bae nu gaduh Tuyul, daru’akeun hirupna ulah jamuga’ (siapa saja yang punya tuyul doakan hidupnya tidak selamat. red). Kalimat tersebut tertera di spandunk warga” ujarnya.

Kejadian aneh juga menimpa Iis. Dia juga sama ikut kehilangan uang, namun hilangnya, tidak secara langsung, cuma beberapa lembar setiap hilangnya. Setiap kehilangan itu hanya satu lembar atau dua lembar saja.

“Saya juga heran tapi bukan saya saja banyak juga yang hilang, semoga ada titik terang untuk permasalahan ini”ujarnya. (mg2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here