Waktu Tepat untuk Berolahraga saat Puasa

144

RadarPriangan.com – Bagi umat Muslim, berpuasa di bulan Ramadan merupakan salah satu kewajiban ibadah. Di Indonesia, umat muslim berpuasa selama 12 sampai 13 jam. Durasi itu lebih singkat dibanding sejumlah negara lain. Namun tak dipungkiri, perubahan pola makan selama Ramadan, seringkali membuat tubuh terasa lemas untuk menjalankan aktivitas keseharian.

Jika sudah merasa lemas, aktivitas fisik seperti olahraga seringkali tak lagi masuk dalam daftar prioritas dalam kegiatan harian. Padahal olah raga saat puasa, membuat tubuh tetapi fit.

“Sebagian orang berpikir bahwa olahraga selama puasa akan menguras energi dan membuat tubuh menjadi semakin lemas. Padahal olahraga dapat membantu tubuh tetap fit,” ujar Lim Soeyantho, Chief Operating Officer amp; Member of Board of Director Combiphar melalui rilisnya yang diterima Fajar Indonesia Network.

Lanjut Soeyantho, sebuah penelitian menyatakan menjalankan puasa selama Ramadan, akan meningkatkan kemampuan adaptasi tubuh untuk proses pembakaran lemak dan penyimpanan karbohidrat di dalam otot dan hati. Dengan demikian, tubuh tidak mudah lemas saat asupan glukosa rendah, karena tubuh mempunyai cadangan makanan untuk diolah.

Proses adaptasi tersebut akan lebih dirasakan manfaatnya apabila kita tetap aktif berolahraga meski sedang berpuasa, katanya.

Sementara itu, Sandi Perutama Gani, Medical Expert Combiphar menjelaskan, pada umumnya tubuh akan merasa lapar sekitar 4 sampai 8 jam setelah makan terakhir. Namun setelah beberapa jam, rasa lapar mulai berkurang.

“Saat berpuasa, biasanya kita akan merasa lapar pada jam 10.00 atau 11.00 siang, namun saat jam 12.00 hingga 13.00 tubuh akan mulai merasa lebih bugar. Kondisi ini bisa terjadi karena pada jam 12.00 tubuh akan mulai mengompensasi rasa lapar dengan cara mengeluarkan cadangan makanan yang ada di dalam tubuh (glikogen dan asam lemak), untuk menjadi sumber energi. Dengan demikian tubuh akan kembali merasa segar,” papar Sandi.

Sandi mengatakan, perasaan lemas saat berpuasa dapat disebabkan beberapa kondisi, salah satunya adalah turunnya jumlah hemoglobin. Selain berkurangnya sel darah merah, perasaan lemas juga dapat diakibatkan oleh kesalahan memilih menu makanan saat sahur dan berbuka, kekurangan cairan serta kurang olahraga.

“Ketika berolahraga, jantung akan memompa darah lebih cepat ke seluruh tubuh. Darah yang dipompa jantung mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh dan membuat tubuh terasa lebih bugar. Ujar dr Sandi.

“Saat jantung tidak memompa darah lebih cepat, tubuh akan terasa lebih lemas karena kurang oksigen. Oleh karenanya, meski sedang berpuasa, olahraga secara konsisten perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kekuatan masing-masing individu,” sambungnya.

Sandi melanjutkan, olahraga dapat dilakukan setelah sahur atau menjelang berbuka. Rutinitas berolahraga dapat tetap dilanjutkan dengan beberapa penyesuaian seperti durasi dan intensitas olahraga. (rls/da/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here