Voting Suara, Musdes Desa Mekarsari Tolak Gabung DOB Garut Selatan

300

GARUT – Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, melaksanakan musyawarah desa (musdes) dalam rangka menentukan sikap untuk bergabung atau menolak ke daerah otonomi baru (DOB) Garut Selatan. Musdes tersebut difasilitasi oleh BPD dan Kepala Desa Mekarsari, Kamis (05/12/2019) di kantor Desa.

Kades Mekarsari, Cepi Kunaepi menjelaskan, dalam musdes tersebut dilaksanakan sistem voting dari 70 warga yang hadir dari berbagai unsur masyarakat.

Hasilnya, warga Mekarsari mendukung warga Garut Selatan untuk membentuk DOB tapi warga Desa Mekarsari menolak untuk bergabung dalam DOB Garut Selatan.

” Dengan alasan kebanyakan warga mungkin terlalu jauh dalam pembuatan administrasi sepeti e-KTP, akte dan lain-lain,” katanya.

” (Sementara) yang setuju dengan alasan mungkin mereka ada hal lain supaya Cikajang lebih maju dari sebelumnya,” tambah Cepi.

Dari hasil voting 70 orang warga, 10 orang diantaranya menyatakan sikap setuju untuk bergabung dengan Garut Selatan, sementara 60 orang lainnya menyatakan menolak dengan DOB Garut Selatan.

“Yang diundang dari unsur MUI, BPD, LPM, Karangtaruna, RT RW, tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK juga,” katanya.

Sementara Ketua BPD Desa Mekarsari, Agus F Tura menjelaskan, pelaksanaan musdes ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi di tingkat kecamatan pada tanggal 22 Nopember 2019 lalu.

” Di mana diintruksikan oleh Asda I dan pemerintahan kecamatan Cikajang bahwa pemerintahan desa khususnya BPD untuk melakukan musdes berkaitan penentuan sikap mendukung atau menolak bergabung dengan pemekaran DOB Garut Selatan,” jelasnya.

” Untuk itu BPD Mekarsari berkoordinasi dengan kepala desa Mekarsari untuk melaksanakan tahapan-tahapan yang pertama adalah mekanisme kegiatan dilaksanakan pada hari ini adalah berdasarkan hasil musyawarah dengan kepala desa dimana BPD mengundang lebih dari 120 unsur berbagai pihak yang terlibat di desa Mekarsari,” tambah Agus.

“Dimana dihasilkan hasil keputusan musyawarahnya adalah menyetujui pembentukan DOB Garut Selatan dan masyarakat Desa Mekarsari menolak bergabung dengan Kabupaten Garut Selatan,” katanya.

Di samping itu, Agus juga mengkritisi Pemerintah Kabupaten Garut dalam tahapan sosialisasi terkait DOB tersebut. Seharusnya sebelum dilaksanakan musdes, harus didahului dengan sosialisasi di tingkat masyarakat bawah oleh pemerintah kabupaten.

Masyarakat harus tahu secara jelas apa sebetulnya keuntungan dan kerugian bergabung dengan DOB Garut Selatan. Adapun setelah dijelaskan, hasilnya diserahkan kepada masyarakat apakah akan menolak atau bergabung.

” Pertama inilah yang jadi masalah bahwa berkaitan dengan musyawarah ini ada satu ketidak adilan yang kami rasakan dimana seharusnya sosialisasi berkaitan pemekaran Garut Selatan dilaksanakan oleh pemerintah sehingga permasalahan-permasalahan sosialisasi, manfaat dan lain sebagainya dapat dirasakan dan didengar langsung oleh masyarakat di tingkat bawah,” katanya.

“Namun demikian karena BPD sifatnya hanya fasilitator berdasarkan intruksi pemerintah Kabupaten Garut dalam hal ini adalah kecamatan Cikajang dan asda I, hanya sifatnya memfasilitasi untuk menentukan sikap saja,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Raksa Baraya (ormas Cikajang), Agus Saepul Manan menilai warga Cikajang sangat visioner mengenai isu pemekaran Garut Selatan. “Terbukti dengan hasil musdes, ada yang divoting, ada yang secara aklamasi dan itu tidak keluar dari asas demokrasi,” ujarnya.

Agus menilai bahwa musdes yang sudah dilaksanakan di 10 desa ini benar-benar aspirasi masyarakat Cikajang.Tidak ada rekayasa sedikitpun di dalamnya. Oleh karena itu selama ini yang mengira bahwa penolakan untuk bergabung dengan DOB Garsel hanya suara segelintir warga, dapat dipatahkan dengan hasil musdes.

Itu terbukti kata Agus, dari 10 desa yang sudah melaksanakan musdes, 9 desa menyatakan menolak bergabung dengan DOB Garsel dan satu desa yang mendukung untuk bergabung.

“Ini hasil musdes yang benar-benar tanpa rekayasa. Karena ada yang pernah mengatakan bahwa penolakan itu hanya segelintir dari warga Cikajang,” kata Agus.

Karena itu Agus berharap kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk benar-benar menyalurkan amanah warga Cikajang.

“Ini saya titipkan atas nama warga dari hasil musdes untuk menjaga amanah masyarakat yang dititipkan kepada Bupati dan anggota dewan yang terhormat,” katanya. (fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here