Validasi Data Kemiskinan, Kades Padasuka Akan Libatkan RT/RW

205
Dok Radar Garut (ilustrasi)

GARUT – Kepala Desa Padasuka, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Ajang Suherman, akan melibatkan RT/RW dalam validasi data kemiskinan. Karena RT/RW yang menurutnya lebih mengetahui kondisi penduduk mana yang benar-benar miskin di lingkungannya.

Data kemiskinan dari RT/RW ini nantinya akan dimusyawarahkan di tingkat desa untuk kemudian diinput ke dalam sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).

“Jadi posisi desa adalah untuk menginput data kemiskinan dari RT/RW, karena kan tidak bisa kalau data itu kita kira-kira dari desa. Tapi pihak RT/RW yang lebih mengetahui mana yang benar-benar miskin di lingkungannya,” kata Ajang, Senin (02/12/2019).

Tahun 2019, Ajang mengakui untuk validasi data kemiskinan belum masuk di sistem SIKS-NG. Hal itu disebabkan Kasi Kesra yang membidangi masalah data kemiskinan tengah cuti melahirkan.

” Kasi Kesra lagi cuti melahirkan, dan data-datanya hanya Kasi Kesra yang mengetahui,” katanya.

Namun demikian, untuk tahun 2020 ini pihaknya akan berusaha melakukan validasi data kemiskinan agar update dengan kondisi di lapangan.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Forum Koordinasi TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Kabupaten Garut, H. Dedeng Hamam menyebut, ada empat kecamatan di Kabupaten Garut yang desanya kurang maksimal dalam melakukan validasi data kemiskinan.

Sementara itu, di lapangan bisa saja kondisinya sudah berubah dan perlu untuk diperbaiki. Misalnya ada yang sudah meninggal dunia, ada yang sudah pindah alamat, atau status ekonominya sudah berubah.

Validasi data kemiskinan ini pula, menurut H Dedeng wajib untuk dilakukan musdes (musyawarah desa). Hasil musdes inilah yang nantinya diakui legalitasnya untuk kemudian diinput ke dalam sistem SIKS-NG. Kemudian bukti fisik dari hasil musdes pun akan dikirimkan ke Dinas Sosial. (fer)

2 KOMENTAR

  1. RT/RW tidak tahu sebagaimana mestinya mencatatkan angka kemiskinan, lahir mati, datang pergi, dan lain sebagainya. Perlu ada perhatian khusus dari tingkat kecamatan ataupun dari kabupaten guna melakukan giat pelatihan untuk RT/RW maupun kepala dusunnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here