Tunjang UNBK, Pelajaran Komputer Harus Ada Sejak SMP

113
Siswa SMP di Garut tengah mengerjakan ujian nasional dengan menggunakan komputer.

RadarPriangan.com, GARUT – Tidak adanya pelajaran komputer di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi kendala bagi para siswa menghadapi penyelarasan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), yang akan dicanangkan Pemerintah Kabupaten Garut pada 2020 mendatang.

UNBK cukup memberi kekhawatiran terhadap sebagian siswa yang masih gagap dalam mengoperasionalkan komputer. Terutama para siswa yang ada di pedesaan.

“Taun payun kahoyong mah ujian teu ngangge komputer, soalna ngangge komputer wae jarang, komo sakantenan ngeusi soal langkung hese,” kata Nurdin, salah seorang siswa SMPN kelas 8 di Kecamatan Cilawu.

Dirinya mengaku masih belum begitu memahami pemakaian komputer. Alasannya, selama ini dirinya masih terbilang belum bisa dan jarang menggunakan komputer.

Hal senada diungkapkan Rifki Hasan, orang tua siswa. Dirinya berharap UNBK bisa ditunjang dengan upaya peningkatan kemampuan siswa dalam mengoperasikan komputer.

“Ini tidak ada basik pelajaran komputer, ujiannya pakai komputer. Anak setingkat SMP masih agak gugup, meski tidak menentukan kelulusan, tapi nilai ujian ngaruh untuk masuk ke tingkat SMA-SMK Negeri,” kata Hasan.

Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah bisa merevisi mata pelajaran yang ada di SMP, di antaranya dengan mengadakan kembali pelajaran komputer.

Sebelumnya, beberapa SMP masih ada yang belum melaksanakan UNBK. Sehingga pelaksanaan ujian nasional pun masih menggunakan kertas pensil.

Kepala SMPN 1 Cilawu, Yusup Satria Gautama, mengatakan, alasan belum dilaksanakannya UN berbasis komputer lantaran melihat kemampuan sekolah dan para siswa yang memiliki latar belakang dari keluarga petani.

“Kenapa kami tidak UNBK, yang jadi kendala itu di SMP sekarang tidak ada mata pelajaran komputer. Mudah-mudahan tahun depan mata pelajaran komputer diadakan lagi. Kami sudah survei ke tingkat orang tua, mayoritas petani jadi mohon maaf kita tidak buru-buru untuk menggelar UNBK,” terang Yusuf.

“Kita tidak ingin memaksakan sekolah UNBK, anak-anak jadi korban. Kalau sudah siap baik sarana dan prasarananya, begitupun siswanya kami juga tidak menutup kemungkinan jika perlu melaksanakan UNBK,” pungkasnya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here