TKN Rp606 M, BPN Cuma Rp211 M

123
Cawapres Paslon nomor urut 02 Sandiaga Uno bersama Bendahara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Thomas Djiwandono menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran dana kampanye (LPPDK) peserta Pemilu 2019 kepada pihak KPU di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (2/5/2019). (FIN)

Laporan Dana Kampanye Pilpres

RadarPriangan.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mengirimkan laporan dana kampanye ke Komisi Pmilihan Umum (KPU) kemarin (2/5).

Untuk TKN sebesar Rp606.784.634.772 dan pengeluarannya selama masa kampanye pemilu presiden 2019 sebesar Rp601.355.468.300. Sementara BPN lebih kecil, dari sisi penerimaan maupun penggunaannya.

Laporan keuangan tersebut disampaikan Bendahara TKN Wahyu Sakti Trenggono saat menyampaikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke KPU, di Jakarta, Kamis petang.

Pada penyampaian laporan tersebut, Trenggono yang didampingi dua wakil bendahara TKN yakni Rerie Lestari Moerdijat dan Shelby Nugaraha Rahman, dari dana kampanye yang diterima tidak seluruhnya dalam bentuk uang tunai, tapi ada juga yang dalam bentuk barang senilai Rp3.782.699.170.

Trenggono menjelaskan, dari total pengeluaran dana kampanye, pos terbesar adalah untuk operasional yakni Rp597.923.538.119. Pengeluaran operasional terutama pada, alat peraga kampanye (APK), iklan di media dan penyebarannya, serta kampanye.

Sedangkan, pada penerimaan dana kampanye, berdasarkan empat sumber utama yakni, sumbangan dari partai politik Rp79,735 miliar, sumbangan kelompok dari 17 kelompok sebesar Rp251 miliar, dan sumbangan perseorangan dari 252 penyumbang sebesar Rp251 miliar. Ada juga sumbangan dari 40 perusahaan sebesar Rp254 miliar.

Ketika ditanya, apakah capres Joko Widodo dan cawapres Ma’ruf Amin memberikan sumbangan, Trenggono mengatakan, tidak memberikan sumbangan.

Penyampaikan laporan LPPDK tersebut, juga dilakukan TKN melalui aplikasi online ke KPU. Ketika ditanyakan, apakah ada kesulitan ketika menyampaikan melalui aplikasi online, Wakil Bendahara TKN, Rerie Lestari, mengatakan, pada awalnya mengalami kesulitan, tapi TKN juga ada tim teknologi digital, sehingga kemudian dapat mengatasi. “Penyampaian laporan keuangannya menjadi lancar,” katanya.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melaporkan pengeluaran dana kampanye selama pelaksanaan Pemilu Presiden 2019 senilai Rp211,5 miliar. “Total penerimaan selama kampanye berlangsung sejumlah Rp213,2 miliar dan pengeluaran Rp211,5 miliar,” kata Bendahara BPN Prabowo-Sandi, Thomas Djiwandono, usai menyampaikan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (2/4).

Dari sisi penerimaan, kata dia, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan sumbangan terbesar senilai Rp192,5 miliar. Sandiaga menyumbang sekitar 55 persen dari Rp192,5 miliar, dan sisanya atau 45 persen berasal dari Prabowo.

Thomas menjelaskan penerimaan dana kampanye juga berasal dari masyarakat sebesar Rp9,3 miliar, sumbangan kelompok Rp1,1 miliar, dan dari partai politik Rp4,8 miliar. Dari sisi pengeluaran, lanjut dia, yang terbesar untuk bahan kampanye sebesar Rp60,8 miliar, pertemuan tatap muka Rp21 miliar, pembuatan desain alat peraga kampanye Rp8,8 miliar, dan rapat umum Rp33,7 miliar. (khf/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here