Tiga Ganda Bawa Indonesia ke Semifinal Piala Sudirman

90
Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menyumbang kemenangan bagi tim Indonesia atas Taiwan, sekaligus mengantarkan ke semifinal Piala Sudirman. (media official)

Tiga Ganda Bawa Indonesia ke Semifinal Piala Sudirman

RadarPriangan.com, NANNING – Tim Bulu Tangkis Indonesia sukses melangkah ke babak Semifinal Piala Sudirman 2019. Hasil itu didapat usai Tim Merah Putih berhasil mengalahkan Taiwan 3-2 di babak perempatfinal.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Jumat (24/5) kemarin, tiga poin kemenangan Indonesia atas Taiwan didapat dari tiga pasangan gandanya. Sedangkan di sektor tunggal, Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri) dan Jonatan Christie (tunggal putra) gagal menyumbangkan poin.

Indonesia berhasil lebih dulu unggul 1-0 atas Taiwan lewat pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang sukses mengalahkan Lee Yang/Wang Chi-Lin dalam dua game langsung dengan skor 21-17 dan 21-17.

“Hari ini kami bermain baik, kami menghadapi lawan yang cukup berat, mereka punya pertahanan yang kuat. Kami sudah belajar dari pertandingan sebelumnya, kami lebih sabar, tetep fokus, tidak mau buru-buru mematikan lawan,” ungkap Kevin seperti dikutip dari situs resmi PBSI, Jumat (24/5) kemarin.

“Tentunya senang dan bangga menyumbang poin pertama untuk Indonesia, poin pertama itu penting, karena pembuka. Kami ditargetkan untuk menang dan menyumbang poin. Kami ingin tim Indonesia maju terus,” tambah Marcus.

Taiwan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dikalahkan Tai Tzu Ying. Dalam laga partai kedua itu, Gregoria kalah dengan skor 21-16 dan 21-14.

Gegoria mengaku hilangnya fokus di setiap usai jeda interval membuat dirinya kerap membuat kesalahan sendiri. “Saya kurang puas sama pertandingan tadi, sama penampilan saya. Saya bisa dibilang stabil di poin-poin awal saja, sampai poin 11, saya bisa mengikuti pola main dia dan curi kesempatan untuk mematikan lawan. Tapi di poin 11 keatas, kecepatan saya berkurang, seperti nggak bisa fokus terus-terusan, dua-tiga poin terus hilang,” jelasnya.

Di partai ketiga Taiwan berhasil membalikan kedudukan menjadi 2-1 setelah tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie takluk di tangan Chou Tien Chen dalam dua game langsung dengan skor 11-21, 13-21.

Jonatan nampak kesulitan untuk mengembangkan permainannya dalam pertandingan tersebut. Padahal, melihhat dari rekor pertemuannya, peraih medali emas Asian Games itu tak pernah dikalahkan dalam lima kali pertemuannya dengan Chou.

Atlet yang akrab disapa Jojo itu mengaku, bahwa dirinya bermain di bawah tekanan lawan. Meski berupaya bangkit untuk keluar, namun lawan diakuinya tak memberikan ruang untuknya.

“Jujur, saya bermain di bawah tekanan, saya tidak bisa keluar dari tekanan. Lawan bermain menekan terus, dia tidak memberi ruang buat saya untuk fight back. Di game kedua awal dia beberapa kali ‘hilang’, tapi dia langsung balik lagi seperti game pertama, menekan dan bikin saya lari-lari,” tutur Jojo.

Namun, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan saat partai keempat. Pasangan ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menyumbangkan poin untuk Merah Putih dan membuat kedudukan menjadi imbang 2-2. Poin yang disumbang Greysia/Apriyani didapat usai menang straight game atas Pai Yu Po/Wu Ti Jung dengan skor 21-13 dan 21-7.

Greysia/Apriyani membeberkan kunci kemenangannya dalam laga tersebut. Menurut mereka, bermain lepas dan tak memikirkan hasil kekalahan tim ,menjadi kunci kemenangannya di laga tersebut.

Memang, jika melihat kekuatan di atas kertas, Indonesia memang berpeluang besar untuk memenangkan laga ganda putri. Greysia/Apriyani yang kini duduk di peringkat lima dunia, lenbih dijagokan dari Pai/Wu yang ada di peringkat 61 dunia itu.

“Dibawa enjoy saja, daripada tegang. Kami mau masuk lapangan dengan spirit yang tidak terpengaruh dengan hasil lawan yang sedang unggul. Kami mau melampiaskan energi dan tenaga kami ke dalam lapangan. Jangan terlalu dipikirkan,” ungkap Greysia.

“Walaupun pasangan Taiwan satu tingkat di bawah kami, tapi kami harus tetap fight, karena bisa terjadi apa pun, hawanya beda karena ini pertandingan beregu. Kami harus on fire dari awal,” sambungnya menegaskan.

Di partai penentuan, wakil Indonesia dari sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil menyumbangkan poin. Skor 3-2 untuk kemenangan Indonesia didapat usai Praveen/Melati mengalahkan pasangan Wang Chi-Lin/Hsieh Pei Shan, dengan skor 21-17 dan 21-15.

Tampil sebagai penentu, Praveen/Melati tampil cemerlang dan unggul jauh di game kedua. Bermain penuh percaya diri, Praveen/Melati terus menggempur pertahanan Wang/Hsieh hingga pasangan Taiwan tersebut jatuh-bangun.

“Ada rasa tegang sedikit, namanya main di partai penentu. Tapi lawan juga tegang, kami tidak memikirkan jadi penentu, yang penting main semaksimal mungkin,” tutur Melati.

“Kami sudah tahu main di partai terakhir, inginnya sih Indonesia menang 3-0, tapi sempat terpikir, kalau begitu kami nggak main, nggak ada sejarahnya buat saya sama Mely. Saya nggak ngedoain tim kalah, waktu tahu ketinggalan 1-2 dan Greysia/Apri main, kami harap semoga mereka menang dan kami main jadi tumpuan. Tapi kenapa malah saya jadi tegang ya di awal? Padahal tadi berharap turun main. Ada gugupnya, tapi ada penginnya juga,” beber Praveen.

Jelas, kemenangan Indonesia atas Taiwan ini didapat dari sektor ganda yang memang sejak awal menjadi andalan tim Merah Putih. Hal itu-pun diakui oleh Manajer Tim Indonesia untuk Piala Sudirman 2019, Susi Susanti.

“Pemain ganda luar biasa, mereka memang tahu kalau mereka itu pagarnya kami, andalan kami, mereka selesaikan tugas sebaik-baiknya, untuk tunggal semoga bisa tampil lebih baik lagi,” ujar Susi.

Terkait Jonatan, Susy mengakui bahwa sang pemain sedang dalam performa yang tidak seperti biasanya. Sedangkan, Gregoria memang berhadapan dengan lawan yang peringkatnya lebih tinggi. Namun, Susi berharap adanya kejutan dari nomor tunggal meski berhadapan dengan lawan yang peringkatnya lebih tinggi.

“Jonatan belum tampil maksimal, dia underperform sekali, kami juga tidak menyangka dia sampai mainnya seperti itu, apapun itu, semua sudah berusaha. Kalau Gregoria, secara kelas memang kalah dari lawannya, tapi paling tidak dia bisa lebih maksimal lagi. Secara teknis sebetulnya nggak kalah, dia banyak menekan lawan juga, tapi error-nya yang perlu diperbaiki lagi,” jelas Susi.

“Para pemain tunggal kami harapkan paling tidak bisa mengejutkan, ambil poin. Nggak usah mikir menang-kalah, jadi mainnya nggak cuma ketat, tapi siapa tahu, walau lawan di atas kertas lebih unggul, tapi yang unggulan kan juga bisa kalah,” sambung Susi.

IndonesiaJumpaJepang di Semifinal

Dengan kemenangan ini, Indonesia berhak atas tiket semifinal Piala Sudirman 2019. Di babak empat besar itu, Hendra Setiawan dan kawan-kawan akan berhadapan dengan tim tangguh, Jepang. Tim dari negeri Sakura itu lolos ke babak semifinal usai menang telak 3-0 atas Malaysia.

Jepang yang menamai tim mereka Bird Japan, memang lebih unggul dari Indonesia di semua sektor, kecuali ganda putra. Akan tetapi ganda putra Takeshi Kamura/Keigo Sonoda juga berpenampilan baik dalam beberapa pertemuan dengan ganda Indonesia di sejumlah turnamen. Bahkan, Jepang diperkuat pemain rangking satu dunia di nomor tunggal putra lewat Kento Momota dan ganda putri lewat pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.

Menanggapi hal ini, Susy mengatakan bahwa tim Indonesia tetap tak gentar untuk menghadapi Jepang. Susy menjelaskan, tim Indonesia saat ini seperti pasangan Greysia/Apriyani dan Praveen/Melati sedang dalam performa baik. Diharapkan dalam laga itu, tim merah putih mampu tampil lebih baik lagi.

“Kekuatan Jepang memang merat. Namun, jika kita kupas satu-satu, ganda putra memang ramai, lihat dari head to head dulu, siapa yang akan turun? Kalau di ganda putri memang banyak kalah di pasangan kami. Tapi kan di pertandingan ini kita belum tahu, penampilan Greysia/Apriyani juga lagi naik, mereka nggak terkalahkan dari awal, mudah-mudahan percaya diri mereka naik dan tambah berani,” jelas Susi.

“Dengan kemenangan Praveen/Melati, percaya diri mereka sedang naik, apalagi menjadi penentu. Kami berharap mereka nanti tampil lebih baik lagi. Untuk tunggal putra, akan diturunkan antara Jonatan atau Anthony. Mereka berdua ketemu Momota kan menang-kalah. Di tunggal pun Gregoria pernah menang dari Akane (Yamaguchi),” sambung Susi.

Susi pun tak henti-hentinya memberi semangat kepada tim untuk terus berjuang hingga pertandingan benar-benar berakhir. Di atas kertas, Jepang memang lebih dijagokan untuk melaju ke final, namun bukan berarti peluang Indonesia sudah tertutup.

“Kami memang ada keinginan dan kami arahkan ke para atlet satu demi satu poin, ayo berani ngadu dulu, ngelawan dulu. Nggak usah lihat di atas kertas, atau head to head, semua bisa terjadi di lapangan kok, semangat dan berjuang dulu di lapangan,” imbuh Susi.

Pertandingan semifinal sendiri akan diselenggaraka di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Sabtu (25/5) hari ini. Laga ini akan disiarkan langsung oleh stasiun TVRI mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. (gie/fin/wsa)

Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menyumbang kemenangan bagi tim Indonesia atas Taiwan, sekaligus mengantarkan ke semifinal Piala Sudirman. (media official)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here