Terjadi Lagi, Ayah Cabuli Anak Hingga Hamil

76
Pelaku pencabulan terhadap anak tirinya hingga hamil saat diinterogasi di Polsek Tarogong Kidul. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Aksi pencabulan oleh orang tua kembali terjadi di Kabupaten Garut, tepatnya di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

Pelakunya diketahui berinisial AR, 32. Ia melakukan aksi pencabulan terhadap anak tirinya yang masih berusia 13 tahun sejak sebelum menikah dengan ibu korban. Saat ini korban tengah hamil 4,5 bulan akibat perbuatan ayah tirinya itu.

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah didampingi Panit Reksrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Wahyono Aji menyebut bahwa terungkapnya aksi pencabulan saat korban dibawa ke bidan oleh adik ibu kandung korban.

“Adik ibu kandung korban ini awalnya hanya mendengar desas desus di masyarakat bahwa keponakannya tengah hamil namun sempat tidak percaya. Ibu kandungnya sendiri tidak pernah mendengar desas desus itu,” ujarnya.

Sang ibu kandung, kata Hermansyah, kemudian diajak oleh adiknya ke bidan untuk memastikan desas desus tersebut dengan harapan hal itu tidak terbukti. Namun saat bidan menyatakan bahwa korban tengah hamil, keduanya pun tampak kaget.

Terlebih ibu kandungnya, ia tidak mempercayai apa yang sudah terjadi.
Saat itu, ibu korban langsung bertanya tentang siapa yang sudah menghamili anaknya itu. Ibu korban semakin kaget karena sang anak mengaku telah dicabuli oleh ayah tirinya yang baru dinikahi pada awal 2019.

“Saat itu keluarga dari isteri langsung menjemput AR karena sedang bekerja menjadi buruh bangunan di Bandung. AR sendiri akhirnya mau pulang ke Garut karena disebut bahwa isterinya sedang sakit,” katanya.

Begitu sampai di Garut pada Senin (16/7) malam sekitar puku 23.00, AR langsung diinterograsi. Awalnya mengelak namun akhirnya mengakui perbuatan cabulnya kepada anak tirinya.

Begitu AR mengakui perbuatannya, puluhan warga sekitar langsung berkumpul di sekitar rumah ibu korban. Menurut Hermansyah, mereka hampir menghakimi AR. Namun di antara warga ada yang melapor kepada pihaknya sehingga langsung menerjunkan anak buahnya ke lokasi.

Pihak kepolisian sendiri begitu sampai di lokasi langsung mengamankan AR dan membawanya ke Mapolsek Tarogong Kidul. “Ibu korban dan pihak keluarga pun ikut ke Mapolsek dan langsung membuat laporan,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Kapolsek, AR melakukan aksi pencabulan sejak Desember 2018 atau sebelum ia menikahi ibu kandung korban. AR diketahui sering datang ke rumah korban sejak sebelum menikah dan aksinya dilakukan saat ibunda korban tengah berangkat ke pasar.

“Aksi pencabulan lainnya dilakukan setelah ia menikahi ibu korban. Dan setelah menikah ia juga masih suka mencabuli anak tirinya. Aksinya itu dilakukan malam hari. Pencabulannya dilakukan berulang dari Desember 2018 hingga Juli 2018 ini. Korban saat ini diketahui tengah hamil 4,5 bulan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Kapolsek, aksi pencabulan AR terhadap korban juga disertai ancaman sehingga ada rasa takut terhadap ayah tirinya itu.

“Saat ini kasusnya sudah kita limpah ke UPPA Satreskrim Polres Garut untuk proses lebih lanjut. Kita sudah melakukan periksaan awal terhadap pelaku dan minta keterangan terhadap korban dan saksi,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here