Terciduk Bersama Janda, Kades Cimaragas Dituntut Mundur

63
Warga berunjukrasa dan melakukan penyegelan kantor Desa Cimaragas, Kecamatan Pangatikan, buntut terciduknya kepala desa di rumah janda. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

Warga Lakukan Penyegelan Kantor Desa

RadarPriangan.com, GARUT – Sejumlah warga di Desa Cimaragas, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut menggelar aksi demo terhadap Kepala Desa, Senin (22/7). Aksi tersebut buntut dari terciduknya oknum kepala desa ketika berada di rumah seorang janda di Kampung Cimasuk, Kamis lalu (11/7).

Mereka menuntut agar Kepala Desa Cimaragas berinisial Su mengundurkan diri dari jabatannya. Setelah melakukan orasi, warga pun ramai-ramai menyegel pintu Kantor Desa dengan cara digembok.

Koordinator aksi Aan Alamsah, yang juga merupakan Ketua RW 04 mendesak, agar BPD segera membuat surat pernyataan pemberhentian Kepala Desa Cimaragas. Kemudian, surat tersebut disampaikan kepada Bupati melalui Camat Pangatikan.

“Kami sudah sepakat bersama para RW lainnya serta para tokoh warga agar BPD segera membuat surat pernyataan pemberhentian Kepala Desa Cimaragas, yang nantinya diajukan kepada Bupati melaluai Kecamatan. Bila aspirasi kami tidak digubris oleh BPD, maka warga akan menyegel kantor desa sampai ada balasan surat dari Bupati,” kata Aam di sela-sela aksi demo.

Sejak pagi, warga yang terdiri dari kalangan pria, wanita, anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua dari berbagai daerah sudah memadati Kantor Desa Cimaragas sembari membawa poster dengan berbagai tulisan protes dan kecamanan.

“Kami tak sudi dipimpin oleh Kades yang telah mencoreng nama Desa Cimaragas. Kami meminta agar Kepala Desa Cimaragas secara legowo mengundurkan diri dari jabatanya, karena masyarakat sudah geram atas tindakan kepala desa yang melanggar etika bermoral, dan tidak memberikan pendidikan terhadap warganya sendiri,” kata Asep Hidayat warga asal Kampung Lembur Panjang.

Sementara itu, Ketua Apdesi Kecamatan Pangatikan, Lukman Hakim, mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia mengatakan, dirinya tidak bisa intervensi atau ikut campur atas kasus tersebut karena kejadian tersebut merupakan permasalahan pribadi.

“Saya memang pernah kedatangan para RW Desa Cimaragas, dan mereka meminta agar Kades Cimaragas mundur dari jabatanya. Tapi saya tidak bisa menerima begitu saja atas permintaan mereka. Saya berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali khususnya para kepala desa yang ada di Kecamatan Pangatikan,” katanya.

Menyikapi tuntutan masyarakat tersebut, Perwakilan BPD, para tokoh masyarakat, dan perwakilan ketua RW dan RT serta beberapa staf perangkat Desa melakukan pertemuan untuk membahas masalah tersebut.

Akhirnya, surat putusan musyawarah tersebut mengeluarkan rekomendasi agar Bupati Garut menonaktifkan kepala desa Cimaragas kecamatan Pangatikan.

“Jadi dari hasil keputusan musyawarah, BPD menyimpulkan menuntut Kepala Desa untuk mundur dari jabatannya, dan meminta Bupati Garut untuk menonaktifkan kepala desa Cimaragas,” pungkasnya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here