Tega Bacok Ponakan, Gara-Gara Menolak Jual Ayam Adunya

94
Ilustrasi: JPC

RadarPriangan.com, GARUT – Kepolisian Resor Garut, Sektor Garut Kota mengamankan IK, 41, warga Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota karena menganiaya keponakannya. Aksi penganiayaan diduga dipicu akibat ketersinggungannya kepada sang keponakan yang tidak mau menjual ayam adu yang disukainya.

Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Susilo didampingi Panit Reskrim Polsek Garut Kota, Ipda Amirudin Latif menyebut penangkapan dilakukan Senin (29/7) dini hari di wilayah Kecamatan Karangpawitan.

“Kita tangkap IK setelah kita menerima informasi bahwa pelaku penganiayaan terhadap Ajat Sudrajat (47) yang merupakan keponakannya tengah menganiaya pamannya,” ujarnya, Senin (29/7) di Mapolsek Garut Kota.

Saat sampai di lokasi yang dilaporkan, kata Kapolsek, IK diketahui telah kabur ke Karangpawitan dan langsung dikejar oleh petugas. IK sendiri akhirnya ditangkap saat bersembunyi di rumah temannya.

Uus menyebut bahwa penangkapan IK berawal dari laporan yang dilakukan pada 9 Mei 2019 tentang aksi penganiayaan kepada Ajat Sudarajat. Aksi tersebut dipicu saat IK mengutarakan keinginannya untuk membeli ayam adu milik Ajat namun dijawab tidak dijual sehingga merasa tersinggung.

“IK ini dikenal tempramen memang dan sering menganiaya keluarganya sendiri. Saat kejadian, Ik ini juga berada dibawah pengaruh minuman keras. Usai menerima jawaban bahwa ayam adu milik Ajat tidak dijual, ia langsung mengambil kampak yang ada di kandang milik warga di lokasi kejadian, tepatnya di jalan Gagaklumayung, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota dan membacokannya ke bagian kepala korban,” jelasnya.

Saat menganiaya Ajat, IK sempat dilerai oleh warga yang ada di sekitar lokasi kejadian. IK pun langsung kabur ke sejumlah kota karena takut ditangkap polisi hingga akhirnya tadi malam ditangkap. “Untuk korban, usai dianiaya sempat dirawat di rumah sakit karena luka di bagian kepala yang cukup parah,” ucapnya.

Akibat perbuatannya melakukan penganiayaan, lanjut Kapolsek, IK dijerat pasal 351 KUHP ayat 1 dan 2.

“Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here