Tarif Baru Ojek Online Diberlakukan di Lima Kota

139

RadarPriangan.com, JAKARTA – Setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 tentang Keselamatan Pengguna Sepeda Motor untuk ojek online (ojol) pada 25 Maret 2019 lalu, mulai Rabu (1/5) tarif tersebut resmi diberlakukan. Tahap awal, tarif berlaku di lima kota.

“Kita akan mulai berlakukan di lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar,” kata Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa (30/5).

Regulasi mengenai biaya jasa batas bawah, biaya jasa batas atas, biaya jasa minimal, ditetapkan berdasarkan sisten zonasi, yaitu zona I meliputi wilayah Sumatera dan sekitarnya; Jawa dan sekitarnya selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi; dan Bali.

Zona II meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Zona III meliputi wilayah Kalimantan dan sekitarnya; Sulawesi dan sekitarnya; Kepulauan Nusa Tenggara dan sekitarnya; Kepulauan Maluku dan sekitarnya; dan Papua dan sekitarnya.

Rincian biaya tarif yaitu Zona I tarif batas bawah Rp1.850/Km, tarif batas atas Rp2.300/Km, dan biaya jasa minimal Rp7.000-Rp10.000/4Km.

Zona II tarif batas bawah Rp 2.000/Km, tarif batas atas Rp2.500/Km, dan biaya jasa minimal Rp8.000-Rp10.000/4Km.

Zona III tarif batas bawah Rp2.100/Km, tarif batas atas Rp2.600/Km, dan biaya jasa minimal Rp7.000-Rp10.000/4Km.

Soal mengapa penepatan tarif baru ojol hanya di lima kota? Budi menjelaskan akan melihat reaksi terlebih dahulu, jika dinamikanya baik, maka akan diterapkan di kota lainnya.

“Di lima kota kita lihat dinamikanya, kalau dinamikanya itu terjadi baik nggak ada riak-riak kita berlakukan. Tapi kalau ada dilema yang lain, kita cukup me-manage kota dengan suatu cara kebersamaan,” tutur Budi.

Chief Public Policy and Goverment Relations Go-Jek Indonesia, Shinto Nugroho mendukung kebijakan yang diterbitkan pemerintah. “Kami akan mematuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Shinto.

Lanjut Shinto, Go-Jek berkomitmen untuk menjaga keselamatan penumpang dan pengemudi Go-Jek, selain itu juga dilindungi asuransi.

“Kami selalu komitmen untuk menjaga keamanan dan ketenangan teman-teman dalam berkendara,” ujar Shinto.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata juga berjanji akan mematuhi regulasi yang diterbitkan Kemenhub. Dalam aturan tersebut usulan Grab juga diakomodir Kemenhub.

“Saya mewakili dari Grab Indonesia, mematuhi peraturan menteri. Ada beberapa unsur terutama unsur keselamatan. Beberapa masukan dari kami juga diadopsi di sini,” kata Ridzki.

Sementara pengamat transportasi, Azas Tigor Nainggolan mengatakan, bahwa dengan adanya regulasi ini dan pengawasan tarif, pemerintah telah turun tangan untuk melindungi pengemudi dan penumpang.

“Besaran biaya jasa atau tarif yang ditentukan oleh pemerintah juga sudah baik karena sesuai kebutuhan pengemudi dan kemampuan bayar penumpangnya,” ujar Tigor.
Menurut Tigor, dengan peraturan tarif ini para aplikator tidak bisa perang tarif sampai Rp1.000 per km.

“Tarif murah bukan keinginan dan keuntungan bagi penumpang ojek online. Penetapan atau perang tarif murah para aplikator justru sangat merugikan driver dan juga penumpangnya,” ucap Tigor.

Tigor menepis anggapan tarif mahal akan membuat pengguna ojek online akan menggunakan kendaraan pribadinya. Dia menilai, pendapat tersebut menyesatkan dan justru hanya menguntungkan bisnis para aplikator ojol.

“Tarif murah justru membuat para driver tidak bisa membayar pembelian sepeda motornya dan tidak bisa membayar biaya perawatan sepeda motornya. Tarif murah justru membuat kendaraan tidak laik jalan dan membahayakan keselamatan penumpang dan driver juga,” pungkas Tigor.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here