Tangis Wali Kota Pecah, Budi: Seandainya ini LKPJ Terakhir Saya Minta Maaf

33
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman saat menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka, di KPK, pekan lalu. (FIN)

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Tangis Wal Kota Tasikmalaya Budi Budiman pecah di hadapan anggota DPRD Kota Tasikmalaya saat mengikuti rapat paripurna.

Ia terlihat meneteskan air mata dan meminta maaf di akhir kalimat dalam penyampaian laporan keterangan pertanggunghajawaban (LKPJ) tahun 2018 sebagai Wali Kota Tasikmalaya.

Budi mengaku bahwa status hukum yang saat ini tengah dihadapi bukan rahasia umum lagi. Menurutnya hampir semua masyarakat Kota Tasikmalaya mengetahui bahwa dirinya sudah menjadi tersangka Komisi Pemberamtasan Korupsi (KPK).

“Andaikan LKPJ saya ini yang terakhir, saya ingin menyampaikam terima kasih dan permintaan maaf. Tapi kami berusaha seamanat mungkin menjalankan tugas,” kata Budi di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (14/5).

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya jika sekitar 6,5 tahun menjabat banyak kekurangan dalam menjalankan tugasnya. Selain itu juga, ia menyebut bahwa selama menjabat, Pemkot, DPRD, dan seluruh masyarakat selalu bahu membahu membangun Kota Tasikmalaya.

Selama Budi menjabat, ia mengaku berhasil menyelesaikan sengketa aset, mendirikan universitas negeri, melakukan pembangunan infrastruktur dan banyak hal lainnya. Selain itu dia juga mengklaim bahwa angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya turun ke angka 12,7 persen, pengangguran 6,82 persen, dan inflasi 2,7 persen di 2018.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa indeks pembangunan manusia meningkat di angka 72,03 poin dan pertumbuhan ekonomi yang selalu stabil diatas 6 persen.

“Pekerjaan rumah yang harus dituntaskan adalah kesenjangan ekonomi yang masih di atas rata-rata nasional, yaitu 0,42 persen. Itu semua harus kita jaga bersama dan PR kita, kesenjangan ekonomi, harus kita tuntaskan,” jelas Budi.

Dalam kesempatan tersebut, Budi meminta para pemangku kebijakan di Kota Tasikmalaya untuk selalu meneruskan upaya pembangunan. Dia pun berjanji meski ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK akan tetap mengabdi untuk Kota Tasikmalaya.

“Semoga kejadian yang menimpa saya menjadi proses untuk kita semua dan apa yang kita lakukan semoha menjadi amal baik. Saya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada semuanya yang hadir di sini para wakil rakyat Kota Tasik. Maaf, saya terharu,” kata dia sembari meneteskan air mata.

Sambutan Budi di atas podium ruang rapat Gedung DPRD Kotas Tasikmalaya itu membuat suasana hening dan haru. Ia sendiri dalam rapat paripurna LKPJ Walikota Tasikmalaya didampingi wakilnya, Muhammad Yusuf.

Walau Budi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, ia masih aktif sebagai Wali Kota. Hal tersebut karena KPK tidak langsung menahan Budi dan memperbolehkannya untuk pulang.

Budi Budiman sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK lantaran diduga melakukan gratifikasi. KPK secara resmi menetapkan Budi sebagai tersangka pada Jumat (26/4). (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here