Tak Cukup Tampil Impresif!

309
JANGAN LENGAH: Skuat Garuda Muda di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri harus mewaspadai tim kuat Thailand di final AFF Cup U-22, di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, malam ini (26/2/2019).

Timnas Harus Waspada, Lawan Lebih Bugar

PHONM PENH – Modal Thailand menyongsong laga final melawan Indonesia di laga Piala AFF U-22 2019 memang apik. Jika timnas tercatat sebagai tim paling produktif, Thailand merupakan tim yang paling solid dari sisi pertahanan.

Dari catatan yang ada, Timnas Indonesia U-22 sudah melesakkan enam gol sepanjang perhatalan Piala AFF U-22 2019. Timnas dan Vietnam pun tercatat sebagai tim paling produktif pada turnamen yang berlangsung di Phonm Penh, Kamboja itu.

Ya, dalam laga final yang rencananya berlangsung di National Olympic Stadium, Phnom Penh malam nanti WIB (siaran langsung RCTI pukul 18.30 WIB) pelatih Indra Sjafri mengaku sudah mengetahui kekuatan Thailand saat duel dengan Kamboja di semfinal. Indra mengaku sudah mengantongi kekuatan lawan. Indra juga lega lantaran anak asuhnya lebih bugar ketimbang lawan. ”Kekuatan sama. Merata, ya tidak beda jauh dengan Timnas,” ujar Indra, Senin (25/2).

Pelatih asal Sumatera Barat itu pernah menghadapi Thailand di fase grup Piala AFF U-19 2018. Pada laga terakhir di fase grup, Thailand mengalahkan Indonesia dengan skor 2-1. Tapi, pada laga perebutan tempat ketiga, Indra dan pasukannya bisa revans dan mengalahkan Thailand 2-1.Dalam turnamen, sambung dia, kualitas Timnas dan Thailand merata. ”Gaya permainan Thailand ini sangat familiar ya. Mereka juga sudah tahu kita. Saya sudah lihat permainan mereka selama 120 menit. Mudah-mudahan bisa kami antisipasi,” ungkap mantan pelatih Bali United itu.

Thailand merupakan tim yang paling solid. Hingga semifinal lalu, gawang Thailand yang dikawal Korraphat Nareechan belum pernah kebobolan. Bandingkan dengan timnas yang sudah kemasukan tiga gol.

Sementara Alexandre Gama selaku pelatih Thailand bangga dengan catatan impresif timnya. Terutama, saat Thailand berhasil menjaga catatan tak kebobolan di laga semifinal lalu (24/2). Padahal, Thailand harus bermain hingga 120 menit.

”Memang laga melawan Kamboja sangat berat. Tapi, saya lega karena tidak kebobolan. Kami seharusnya bisa bermain lebih baik lagi jika mampu mendominasi penguasaan bola,” kata Gama.

Laga selama 120 menit plus adu penalti itu, diakuinya sangat menguras stamina. Apalagi, Thailand harus bermain malam hari, dan Indonesia bermain sore hari. “Dan kini kami berada dalam kondisi yang tidak lebih baik. Tapi yang paling penting kami bisa masuk final. Sekarang mood pemain bagus,” papar pelatih asal Brasil itu.

Ia menegaskan jika kondisi pemain sudah pulih. ”Mungkin akan ada rotasi. Tapi saya akan memastikan dulu hal itu. Saya percaya pada tim ini. Indonesia bukan tim yang mudah dikalahkan. Mereka memiliki kecepatan pemain sayap, dan striker yang produktif,” pungkas Gama. (ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here