Tak Baca Isinya, AS Langsung Sebar Pesan

29
Barang bukti yang diamankan dari AS. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – AS, 54, warga Kabupaten Garut yang ditangkap pihak kepolisian karena dianggap menyebar teror, mengaku mendapatkan tulisan dari grup whatsapp Prabowo-Sandi. Ia sendiri ada di dalam grup yang selama ia mengikutinya banyak sekali tulisan-tulisan dari orang yang tidak ia kenal.

“Saya dapat dari grup WA Prabowo-Sandi. Atas namanya (pengirim) sudah lupa waktu itu,” katanya, di Mapolres Garut, kemarin.

AS juga mengaku, meski menshare tulisan dari orang yang tidak dikenalnya ia mengaku belum betul-betul membaca isi dari tulisan tersebut. Bahkan ia mengatakan bahwa ia tidak bermaksud menshare tulisan, namun yang terjadi smartphone miliknya error.

“Ada sedikit error di hape sehingga saat ada masuk pesan itu dan terjadi pengiriman pesan. Jadi sebenarnya saya belum pernah membacanya yang terjadi sebenarnya,” sebutnya.

Ia sendiri bisa masuk kedalam grup WA Prabowo-Sandi karena ada undangan masuk grup namun tidak diketahui nama pengundangnya. Namun AS mengaku kalau dirinya bukanlah relawan 02, namun selama ini senang menshare tulisan.

“Kalau ada pesan-pesan suka mengeshare. Tapi pas hari Kamis (16/5) pas setelah magrib terjadi semacam error seperti ‘gojlag’. Ada pesan masuk dan ada keluar sehingga saya mematikan hape tersebut. Mungkin diisitulah terjadi kiriman pesan dari saya itu,” jelasnya.

AS sendiri mengaku menerima pesan dari grup sekitar pukul 17.53 dan malamnya di share. Ia memastikan bahwa bukan dirinyalah yang membuat tulisan tersebut sehingga tidak mengatahui target pengeboman di Jakarta itu di mana.

“Saya mensharekan saja. Betul ada ajakan, tapi saya gabaca dulu jadi saya gatau. Selama ini di grup informasi tentang sekitaran pilpres saja. Banyak yang hoax. Ada juga beberapa grup yang mengeluarkan saya karena ngeshare konten-konten tersebut,” katanya.

AS mengaku salah dengan apa yang telah diperbuatnya. Ia pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena sudah dianggap meresahkan.

“Saya Asep Sofyan meminta maaf atas share saya yang sudah dilakukan dan meresahkan masyarakat Indonesia. Itu sebenarnya tidak kehendak saya sendiri, saya ngeshare saja. Saya meminta maaf sebenar-benarnya atas kesalahan saya tersebut, sebenarnya tidak patut mengeshare selaku guru,” ucapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here