Tak ada TPS Khusus, Ratusan Pasien RSUD Terpaksa Golput

192
Pasien dan keluarga pasien antre di instalasi farmasi. Mereka tidak memilih karena tidak adanya TPS di rumah sakit. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Ratusan Pasien rawat inap di RSUD dr Slamet Garut tidak dapat memilih baik Pilpres maupun Pileg, karena tidak ada Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Jangankan pasien, pihak keluarganya pun mengaku bingung harus kemana menyalurkan hak politiknya.

“Saya sudah tiga hari di sini karena saudara saya sakit. Surat panggilan pencoblosan sengaja saya bawa tapi sampai pukul 13.00 tak ada panitia yang datang ke sini. Jangankan saudara saya yang sakit, saya sendiri gak bisa nyoblos,” kata Undang Suherman, 55, warga Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk selatan Garut, Rabu (17/4).

Hal senada diungkapkan Lilis Handayani, 45, salah seorang pasien asal Desa Salamnunggal, Kecamatan Leles.

“Kalau surat panggilan ada di rumah. Untuk apa dibawa juga kalau di rumah sakit gak ada TPS-nya. Saya ini pendukung capres Jokowi. Mestinya di rumah sakit juga harus ada TPS untuk menyalurkan hak politik pasien atau keluarganya. Ya seperti saya ini, saya mampu buka surat suara, saya juga mampu nyoblos,” katanya.

Menurut petugas security rumah sakit, jumlah pasien dan keluarganya yang berada di rumah sakit saat pencoblosan ini tidak kurang dari seribu orang.

Dirinya menyebutkan, saat Pilkada tahun lalu juga memang di rumah sakit Dr. Slamet Garut ini tidak ada TPS.

“Tadi juga banyak keluarga pasien yang menanyakan pencoblosan. Saya juga bingung harus kemana,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Garut, Djunaedin Basri membenarkan di RSU dr. Slamet Garut tidak ada TPS. Namun, di sekitar komplek rumah sakit ada tiga TPS terdekat.

“Nah TPS itu yang bisa menampung keluarga pasien atau paseinnya sendiri yang akan mencoblos. Kalau TPS khusus, Ya memang tidak ada, terkecuali di rumah sakit di kota kota besar. Kami tidak menambah TPS di rumah sakit dan itu sudah di rekomendasi pihak Bawaslu. Waktu Pilkada juga gak ada,” kata Djunaedin di Gudang KPU Copong, Rabu (17/4).

Djunaedin juga menyebutkan, selain masalah tidak ada TPS di rumah sakit, juga ada beberapa TPS yang kekurangan surat suara (susuh dan susu yang salah kirim.

“Terus kami pantau, memang ada TPS yang kekurangan surat suara kami menyisir TPS yang masih memiliki kelebihan. Sementara persediaan surat suara pada pukul 07.00 sudah dimusnahkan,” kata Djunaedin Basri. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here