Survei Vox Populi: Jokowi-Ma’ruf 54,1 Persen, Prabowo-Sandi 33,6 persen

47

RADARPRIANGAN.COM – Vox Populi Research Center merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas pasangan capres-cawapres. Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul atas penantangnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Temuan Vox Populi menunjukkan 71,3 persen publik merasa puas kinerja Jokowi selama 4,5 tahun lebih memimpin. Pembangunan infrastruktur menempati peringkat pertama indikator kepuasan, yakni sebesar 77,6 persen.

“Di sisi lain, isu ekonomi seperti lapangan kerja dan harga pangan menjadi indikator paling rendah dalam tingkat kepuasan,” jelas Direktur Riset Vox Populi, Dika Moehamad, Senin (25/3).

Kepuasan soal lapangan kerja hanya sebesar 48,0 persen dan harga pangan 46,2 persen. Dika menuturkan, kelemahan petahana ini yang kemudian dimanfaatkan oleh 02. Dari situ, kritik berlandaskan kondisi ekonomi terus bermunculan. Sebut saja seperti tempe setipis ATM, hingga lulusan sarjana hanya menjadi pengemudi ojeg online.

Namun dengan program 3 kartu sakti baru yang dijanjikan Jokowi, menjadi jawaban atas kritik dan ketidakpuasan publik atas problem lapangan kerja dan naik-turunnya harga pangan.

Indikator kepuasan lain yang relatif tinggi adalah pemberantasan korupsi yakni,76,2 persen; hubungan internasional, 72,4 persen; dan penegakan hukum, 71,7 persen. “Sedangkan tiga isu lain ada pada tingkat moderat, yaitu pendidikan (71,2 persen), kesehatan (63,8 persen), dan perlindungan HAM (58,1 persen),” jelas Dika.

Atas sejumlah kepuasan masyarakat itu, berbanding searah dengan elektabilitas kedua pasangan. Jokowi masih unggul cukup lebar dari penantangnya.

“Jokowi-Ma’ruf Amin meraih elektabilitas 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya sebesar 33,6 persen. Sisanya sebanyak 12,3 persen masih belum memutuskan pilihan,” sambung Dika.

Diketahui, survei Vox Populi Research Center dilakukan dengan metode kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 1200 orang, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi. Margin of error 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan data dilakukan pada 5-15 Maret 2019.

Selain memotret elektabilitas capres/cawapres, survei ini juga memperlihatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi selama 4,5 tahun memimpin.

Hasilnya, Vox Populi menunjukkan 71,3 persen publik merasa puas kinerja Jokowi selama 4,5 tahun lebih memimpin. Pembangunan infrastruktur menempati peringkat pertama indikator kepuasan, yakni sebesar 77,6 persen.

“Di sisi lain, isu ekonomi seperti lapangan kerja dan harga pangan menjadi indikator paling rendah dalam tingkat kepuasan,” jelas Direktur Riset Vox Populi, Dika Moehamad, Senin (25/3).

Kepuasan soal lapangan kerja hanya sebesar 48,0 persen dan harga pangan 46,2 persen. Dika menuturkan, kelemahan petahana ini yang kemudian dimanfaatkan oleh 02. Dari situ, kritik berlandaskan kondisi ekonomi terus bermunculan. Sebut saja seperti tempe setipis ATM, hingga lulusan sarjana hanya menjadi pengemudi ojeg online.

Namun dengan program 3 kartu sakti baru yang dijanjikan Jokowi, menjadi jawaban atas kritik dan ketidakpuasan publik atas problem lapangan kerja dan naik-turunnya harga pangan.

Indikator kepuasan lain yang relatif tinggi adalah pemberantasan korupsi yakni,76,2 persen; hubungan internasional, 72,4 persen; dan penegakan hukum, 71,7 persen. “Sedangkan tiga isu lain ada pada tingkat moderat, yaitu pendidikan (71,2 persen), kesehatan (63,8 persen), dan perlindungan HAM (58,1 persen),” jelas Dika.

Atas sejumlah kepuasan masyarakat itu, berbanding searah dengan elektabilitas kedua pasangan. Jokowi masih unggul cukup lebar dari penantangnya.

“Jokowi-Ma’ruf Amin meraih elektabilitas 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya sebesar 33,6 persen. Sisanya sebanyak 12,3 persen masih belum memutuskan pilihan,” sambung Dika.

Diketahui, survei Vox Populi Research Center dilakukan dengan metode kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 1200 orang, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi. Margin of error 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan data dilakukan pada 5-15 Maret 2019. 

(jp/fajar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here