Surat yang Disebar Hamdani Ditulis Anaknya

36
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menunjukkan barang bukti kasus makar dan penistaan agama oleh Hamdani pengikut aliran Sensen. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

Kasus Penistaan Agama dan Makar

RadarPriangan.com, GARUT – Hamdani, 48, pengikut Sensen Komara ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama. Raut wajah pria yang mengaku sebagai menteri perindustrian itu tampak tenang saat ditunjukkan ke awak media.

Dengan memakai baju tahanan, Hamdani mengaku dirinya beragama Islam. Hanya saja ia menyebut Sensen sebagai Rasul.

“Agama Islam, jabatannya sebagai menteri perindustrian. Saya enggak digaji punya jabatan menteri,” ujar Hamdani santai meladeni pertanyaan wartawan di Mapolres Garut, Selasa (18/6).

Saat salat, ia masih menggunakan sahadat Nabi Muhammad. Ia menyebut jika sahadat dengan nama Sensen sebagai rasul hanya cukup diucapkan satu kali. Namun tetap saja, arah kiblat Hamdani berbeda dengan yang lain. Ia masih menghadap ke timur.

Terkait surat yang dibuat untuk kedua kalinya, Hamdani hanya bermaksud memberitahukan kepada masyarakat agar diketahui. “Supaya tahu saja, supaya ramai. Kalau sudah tahu terserah diri masing-masing,” ucapnya.

Surat pernyataan itu ditulis oleh anaknya. Namun kata-kata yang ditulis, berasal dari Hamdani. Semua pernyataan itu merupakan inisiatif dirinya dan tak diperintah oleh Sensen.

Mengenai jumlah pengikut Sensen, Hamdani kurang mengetahuinya. Ia menjawab jika urusan tersebut tak jadi tanggung jawabnya. “Enggak tahu (jumlah pengikut Sensen). Saya bukan pegawai administrasinya,” katanya.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebut Hamdani terancam hukuman lima tahun penjara. Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini terjerat pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama. “Dia juga dijerat pasal 64 karena perbuatannya dilakukan berulang,” ujar Budi.

Pada Desember 2018, Hamdani juga pernah menulis pernyataan. Isinya tak jauh berbeda dengan surat yang terbaru. Perbedaannya pada surat yang dikeluarkan 9 Juni, Hamdani menyebut Sensen dengan jabatan Presiden Pusat NKRI.

Terkait dugaan makar yang dilakukan Hamdani, kepolisian masih melakukan pendalaman. Dalam kasus ini, Polres Garut hanya menetapkan Hamdani sebagai tersangka.

“Belum ada tersangka lain. Ini murni dia buat sendiri karena ingin buat kegelisaha. Cari sensasi,” ucapnya.

Saat kasus Hamdani pertama kali muncul, ia dan para pengikutnya diwajibkan melapor ke Polres Garut seminggu dua kali. Namun kasus baru muncul dan pihaknya kembali memanggil Hamdani.

“Dikhawatirkan ada keresahan dan mengambil langkah sendiri. Jadi kami amankan,” kata Budi seraya menyebut jumlah pengikutnya sekitar 100 orang. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here